Selain potensi kebakaran, Hesti Haris turut mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Menurutnya, kondisi musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, termasuk berkurangnya aliran air PDAM pada sebagian rumah tangga.

Ia mengajak masyarakat yang masih mendapatkan pasokan air dengan lancar untuk tetap menghemat penggunaan air sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat lainnya.

“Bijak menggunakan air. Walaupun di rumah kita lancar, mungkin di ujung atau sektor rumah tangga yang lain sudah tidak mengalir lagi. Karena saya juga banyak menerima informasi dari rumah-rumah yang air PDAM-nya sudah tidak mengalir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hesti Haris mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang mulai dipengaruhi debu dan asap. Ia mengajak masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita dan anak-anak, untuk memperbanyak konsumsi air putih serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan.

Baca juga:  Ketua TP PKK Provinsi Jambi Tinjau Penerapan Metode Smart Edu di SMPN 23 Kota Jambi

“Anak-anak kita banyak minum air bersih, jaga kesehatan. Kalau tidak perlu, apalagi balita, jangan keluar rumah dulu. Ini sudah mulai debu, asap. Mari kita waspada semua untuk menjaga kesehatan,” katanya.

Terkait kemungkinan kebijakan pembelajaran atau sekolah diliburkan akibat kondisi kabut asap, Hesti Haris menyampaikan bahwa keputusan tersebut harus berdasarkan hasil dan petunjuk dari pihak yang berwenang serta ahli sesuai kondisi di lapangan.

“Untuk kebijakan tidak sekolah, tentu harus sesuai dengan hasil dan petunjuk dari yang ahlinya. Karena kabut asap ini sudah sangat mengganggu, tentu akan ada instruksinya nanti dan kami tentu saja mengikuti,” ucapnya.

Ia menambahkan, apabila kondisi memang sudah mengharuskan sekolah diliburkan, maka kebijakan tersebut harus dilaksanakan. Namun, untuk kondisi saat ini, masyarakat diminta tetap waspada dan meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak.

Baca juga:  Hesti Haris Tutup Festival Pusparagam Negeriku, Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Jambi

“Kalau memang kondisinya harus diliburkan, ya diliburkan. Tapi yang sekarang menurut kami harus waspada, jaga anak masing-masing, banyak minum air putih, dan kalau tidak perlu jangan keluar rumah,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Rabu Berkah tersebut, Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar Posyandu tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan pelayanan dasar masyarakat secara lebih luas. (*)