Sementara itu, Rektor IAIMA Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., mengatakan, kerja sama antara IAIMA Jambi dan KPTM Malaysia harus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata dan berkelanjutan.

“Kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan agreement saja. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengimplementasikan kerja sama tersebut dalam kegiatan-kegiatan nyata yang bermanfaat bagi kedua institusi dan juga bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut antara lain visiting lecture, sharing session, pertukaran dosen dan mahasiswa, joint research, joint publication, hingga penyelenggaraan seminar internasional bersama.

Nadiyah menilai, tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI). Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan membangun jejaring lintas negara.

“Yang semakin penting adalah bagaimana kita mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan terhubung satu sama lain. Kita sudah berada di era global, sehingga sekat-sekat, termasuk batas negara, harus bisa kita tembus melalui kerja sama dan kolaborasi,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa dan dosen memanfaatkan momentum tersebut untuk saling belajar dan bertukar pengalaman, khususnya dalam bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang menjadi salah satu fokus kerja sama IAIMA Jambi dan KPTM Malaysia.

Menurut Nadiyah, perbandingan kebijakan dan praktik pendidikan anak usia dini antara Indonesia dan Malaysia dapat menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memperluas wawasan sekaligus menemukan praktik baik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing negara.

Nadiyah juga menegaskan bahwa kerja sama IAIMA Jambi dengan Pemerintah Kota Jambi telah berlangsung di berbagai bidang dan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Kali ini, kerja sama dengan BPPRD diarahkan antara lain untuk meningkatkan literasi mahasiswa mengenai perpajakan dan retribusi daerah.

“Kerja sama yang baik bukan hanya dihitung berdasarkan berapa banyak kerja sama yang sudah kita tandatangani, tetapi berapa banyak aksi nyata dan manfaat yang bisa kita hadirkan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi IAIMA Jambi dan KPTM Malaysia dapat terus berkembang dari sekadar pertukaran pengetahuan menjadi kerja sama yang berkelanjutan.

“Visiting to collaborating, from sharing, from partnership to lasting friendship,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengerusi KPTM Sdn. Bhd., YB Dato’ Haji Shamshulkahar bin Haji Mohd Deli, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Jambi dan IAIMA Jambi kepada delegasi KPTM Malaysia.

Ia mengatakan, kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya delegasi IAIMA Jambi berkunjung ke Malaysia. Ia berharap kerja sama yang telah dibangun dapat diperluas melalui berbagai kegiatan akademik, termasuk pertukaran dosen, seminar, serta program kolaborasi lainnya.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya melibatkan tenaga pendidik, tetapi juga mencakup pertukaran dosen, seminar, dan berbagai kegiatan bersama lainnya sehingga dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” katanya.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sharing session yang menghadirkan Dekan Fakultas Pendidikan KPTM Sdn. Bhd., Dr. Mazeni Ismail, sebagai pemateri. Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa IAIMA Jambi.

Kolaborasi IAIMA Jambi dan KPTM Malaysia diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Jambi di tingkat internasional. (*)