“Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi yang baik. Semakin dini titik api diketahui dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.

Simulasi juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran yang tersedia di lingkungan perusahaan. Sejumlah peralatan digunakan dalam latihan tersebut, di antaranya jet pump bertekanan tinggi, tangki pemadam, selang, nozzle, genset, peralatan manual serta perlengkapan pelindung bagi petugas.

Petugas juga menggunakan pakaian tahan panas, helm dan sarung tangan pelindung. Tenda lapangan turut didirikan sebagai pusat koordinasi selama proses simulasi berlangsung.

Adrian mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan peralatan penanggulangan kebakaran yang tersedia berada dalam kondisi baik dan siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Alhamdulillah, seluruh peralatan yang tersedia dalam kondisi baik dan dapat digunakan. Namun tentu kita semua berharap karhutla tidak terjadi. Karena itu, pencegahan tetap menjadi hal yang paling penting,” katanya.

Ia juga mengingatkan karyawan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau.

“Hal-hal yang terlihat sederhana, seperti membuang puntung rokok sembarangan, dapat menjadi sumber kebakaran ketika kondisi lahan sangat kering. Karena itu, kesadaran dan kepedulian semua pihak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla,” tutup Adrian.

Melalui simulasi tersebut, PTPN IV Regional IV menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kesiapsiagaan serta sinergi dengan pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat dalam menjaga kawasan perkebunan dan lingkungan sekitar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (*)