TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Polda Jambi menggelar Focus Group Discusion dengan tema mengangkat Gen Z Bicara Pancasila dan Masa Depan NKRI Dimata Mahasiswa. FGD ini digelar di Hotel Ceria Kota Jambi, Senin (31/8/2026).
Senin pagi (31/8/26), hadir dalam kegiatan Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar yang diwakili Dirintelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo, SE, Dosen Jisip Unja Citra Darminto, S.IP, M.M; Dosen UIN STS Bahren Nurdin, M.A; KA prodi ilmu politik UNJA Cholillah Suci Pratiwi, S.IP, M.A dan peserta FGD yang berasal dari Mahasiswa UNJA dan UIN STS;
Direktur Pusakademia Kota Jambi, Mochammad Farisi,LL.M., dalam sambutannya mengatakan, kegiatan FGD kali ini mengusung tema “Gen Z Bicara Pancasila dan Masa Depan NKRI di Mata Mahasiswa”.
M Farisi mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, memperkuat nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap NKRI.
” Jangan ragu menyampaikan pendapat dalam musyawarah. Utamakan mufakat, saling menghargai, dan tetap menjaga persatuan Indonesia,” ujarnya mengawali kegiatan FGD.
Dirinya mengajak mahasiswa untuk membiasakan bermusyawarah dalam menyelesaikan permasalahan. Sampaikan pendapat dengan bijak dan jadikan persatuan sebagai prioritas bersama.
Terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar yang diwakili Direktur Intelkam Polda Jambi Kombespol Yuli Haryudo,SE mengatakan, perkembangan teknologi dan informasi memberikan banyak peluang bagi kemajuan, namun juga dapat menjadi sarana penyebaran paham dan informasi yang berpotensi memecah persatuan.
Kata Haryudo, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman terhadap Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan, serta bersikap kritis dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi demi menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Selanjutnya, acara dilanjutkan pemberian materi oleh narasumber oleh Dosen UIN STS Jambi Bahren Nurdin,M.A. Dalam FGD tersebut, Bahren menekankan kebebasan menyampaikan Pendapat. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, maupun kritik secara terbuka sebagai bagian dari kehidupan demokratis.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan