“Kalau kota kita bersih, aman dan nyaman, orang akan datang. Mereka akan beraktivitas, berbelanja, menikmati kuliner, menginap di hotel, menggunakan jasa dan berbelanja di UMKM. Semua itu akhirnya memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Mulyadi mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah UMKM harus diiringi dengan kemampuan untuk bertahan dan berkembang. Menurutnya, peningkatan jumlah pelaku usaha perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas agar usaha yang telah tumbuh dapat berkelanjutan.

“UMKM bukan hanya kita dorong untuk tumbuh, tetapi juga harus kita kawal supaya mampu bertahan dan naik kelas,” katanya.

Ia menyebutkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan modal, terutama bagi pelaku usaha yang baru memulai. Karena itu, Pemkot Jambi terus menyiapkan berbagai bentuk dukungan, termasuk program bantuan permodalan UMKM.

Selain permodalan, tantangan lainnya adalah penguatan literasi digital. Perubahan pola perdagangan dan bisnis membuat pelaku UMKM tidak lagi cukup hanya mengandalkan toko fisik dan transaksi secara tatap muka.

Penguasaan teknologi informasi, pemasaran digital, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi kemampuan yang semakin relevan bagi pelaku usaha.

Mulyadi menilai Seminar dan Workshop AIMPACT menjadi ruang pembelajaran yang positif bagi pelaku UMKM untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi guna mendukung pengembangan usaha.

Dalam seminar tersebut, para peserta juga didorong untuk tidak menganggap AI sebagai teknologi yang jauh dari kehidupan usaha sehari-hari. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan produktivitas, efisiensi dan daya saing, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Seminar dan Workshop AIMPACT menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kewirausahaan dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, dunia usaha, perbankan, akademisi, organisasi pengusaha, komunitas digital dan pelaku UMKM, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan tepat guna.

Peluncuran Jambi Digital Movement (JDM) juga menjadi bagian dari upaya membangun ruang kolaborasi dan memperkuat ekosistem digital di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi berharap momentum tersebut tidak berhenti pada seminar dan workshop, tetapi dilanjutkan dengan praktik nyata di lapangan. Pelaku UMKM diharapkan berani berubah, terus belajar dan berinovasi sesuai perkembangan kebutuhan pasar.

Dari usaha yang dikelola dengan pengetahuan, teknologi dan semangat kolaborasi, diharapkan tumbuh usaha yang semakin kuat, mandiri dan berdaya saing.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Kota Jambi Bahagia, di mana kemajuan ekonomi tidak hanya tercermin dari pertumbuhan angka, tetapi juga dari semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berkembang, bekerja, berusaha dan meningkatkan kesejahteraan. (*)