Sinergi antara kepolisian, BNN, Denpom, Bea Cukai, serta dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi persoalan narkotika yang dapat mengancam kehidupan sosial dan masa depan generasi muda.
Pemberantasan narkoba, lanjutnya, tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat. Dukungan masyarakat diperlukan untuk membantu mencegah peredaran narkotika dan melindungi lingkungan dari dampak buruk penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
Masyarakat pun diimbau agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitarnya.
Polda Jambi terus mendorong upaya pemberantasan narkotika secara terpadu dengan mengedepankan penegakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap serta pendekatan pemulihan bagi pengguna yang membutuhkan penanganan sesuai ketentuan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus mencegah masyarakat, khususnya generasi muda, terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Upaya ini juga membutuhkan kepedulian bersama agar lingkungan masyarakat tidak menjadi tempat berkembangnya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Melalui Operasi Sarang Narkoba, Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan secara berkelanjutan bersama instansi terkait.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, personel melaksanakan apel konsolidasi di Lapangan Hitam Polda Jambi. Seluruh rangkaian operasi dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Polda Jambi berharap sinergi aparat dan masyarakat dapat semakin memperkuat upaya pemberantasan narkoba, menjaga keamanan lingkungan, serta mewujudkan Provinsi Jambi yang lebih aman dan bersih dari narkotika. (*)




Tinggalkan Balasan