Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tantangan zaman menuntut KAMMI untuk memperkuat konsolidasi kader, memperluas kebermanfaatan gerakan, serta membangun keberanian dalam menyuarakan kebenaran.

“Kondisi hari ini membawa KAMMI untuk kembali menjawab tantangan sejarah. Kita tidak punya pilihan selain mengorganisir sebuah kebaikan! KAMMI hadir untuk memastikan panji-panji perlawanan terhadap ketidakadilan terus berkibar, berjalan bersama rakyat, dan mendedikasikan seluruh keringat perjuangan untuk kemuliaan umat dan bangsa,” lanjutnya.

Menurutnya, transformasi kebaikan tidak boleh berhenti sebagai slogan atau narasi dalam forum-forum organisasi. Transformasi tersebut harus diwujudkan melalui kerja-kerja nyata kader, penguatan basis gerakan, advokasi sosial, pembangunan intelektualitas, serta keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.

Kepemimpinan Ricki Pratama Putra untuk periode 2026–2028 diharapkan mampu memperkuat posisi KAMMI sebagai organisasi kader yang melahirkan pemimpin masa depan, sekaligus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang kritis, konstruktif, dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.

Baca juga:  Pendaftaran Pasangan Bacagub Jambi Telah Selesai, Satgas Preemtif Polda Jambi Tingkatkan Koordinasi ke KPU

Muktamar KAMMI XIV di Ambon menjadi catatan penting bagi perjalanan organisasi. Dari Ambon, semangat pembaruan dan konsolidasi gerakan diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh kader KAMMI di Indonesia untuk terus bergerak, berkontribusi, dan menghadirkan perubahan.

“Transformasi Kebaikan bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana seluruh kader bergerak dan memastikan kebaikan benar-benar dirasakan oleh rakyat dan umat,”pungkasnya. (*)