TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Korban keracunan MBG yang diproduksi oleh SPPG Sengeti menyentuh angka 102 orang yang terdiri dari siswa dan guru. Bahkan tak hanya itu, korban keracunan juga ada yan merupakan orang tua dan kerabat siswa yang mengakibatkan mereka harus dirawat intensif di RSUD Ahmad Aripin pada Jumat, (30/1/2025).

Imbas dari kejadian itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengaskan bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti dihentikan sementara.

Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Koordinator SPPG. Mulai hari ini sampai keluarnya hasil investigasi, SPPG Sengeti ditutup sementara,” ujar Budhi.

Baca juga:  Presiden Prabowo Bahas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis Bersama Kepala BGN

Menurutnya, sampel makanan MBG telah diamankan untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Selain itu, proses investigasi dilakukan secara bersama oleh Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Hasil pemeriksaan nantinya akan dilaporkan ke BGN Pusat, yang memiliki kewenangan penuh dalam menentukan sanksi maupun kelanjutan operasional SPPG.