TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja. Hal ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat meresmikan SPPG Yayasan Hussa Rasyada Aryani di Kota Jambi, Rabu (28/1).

Dadan menjelaskan bahwa satu unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, di mana sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku pertanian lokal.

“Sebagai perbandingan, Dana Desa itu Rp1 miliar per tahun, sedangkan satu SPPG Rp1 miliar per bulan. Ini perputaran ekonomi yang sangat besar dan harus dimanfaatkan untuk menggerakkan potensi daerah,” jelas Dadan.

Baca juga:  Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2025, Tegaskan Posisi Strategis Indonesia di Kancah Global

Kebutuhan pangan SPPG pun berskala besar, mulai dari ratusan kilogram sayur setiap kali memasak, ribuan sisir pisang per hari, hingga ratusan kilogram daging sapi. Kondisi ini memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak lokal.

Selain itu, setiap unit SPPG mampu menyerap 47 tenaga kerja, mayoritas berasal dari masyarakat sekitar.

“Saya melihat langsung ibu-ibu usia 40-an yang sebelumnya ibu rumah tangga, sekarang memiliki penghasilan minimal Rp2,4 juta per bulan. Ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga pengangkatan ekonomi keluarga,” ungkap Dadan.