TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia menerima audiensi jajaran Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU) di Istana Wakil Presiden, Jakarta pada Jumat, (5/2/2026).

Pertemuan strategis ini membahas upaya penguatan identitas budaya lokal sebagai instrumen pemersatu bangsa, khususnya melalui pelestarian kain tradisional Ulos sebagai salah satu identitas fundamental masyarakat Sumatera Utara.

Dalam pertemuan tersebut, PB IMSU menyampaikan aspirasi mendesak agar Pemerintah Republik Indonesia segera menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk pengakuan negara terhadap nilai historis dan filosofis Ulos yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya masyarakat Batak dan Indonesia pada umumnya.

Baca juga:  Megawati Kukuhkan Paskibraka 2025: Tanamkan Nilai Pancasila dan Nasionalisme

Selain pengusulan hari nasional, PB IMSU juga mendorong pemerintah untuk mempercepat dan memperkuat langkah diplomasi kebudayaan guna memastikan Ulos ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Penetapan ini diharapkan dapat memproteksi nilai autentisitas Ulos di kancah internasional serta meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap kekayaan wastra nusantara.

Wakil Presiden menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga kedaulatan budaya. Wapres menginstruksikan kementerian terkait untuk meninjau secara mendalam dokumen pendukung agar proses pengusulan ke UNESCO berjalan lancar, mengingat Ulos memiliki keunikan teknik tenun dan makna simbolis yang sangat dalam.