TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – PTPN IV PalmCo kembali mencatatkan kinerja positif dalam mengakselerasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hingga Februari 2026, sub-holding BUMN perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia ini berhasil merealisasikan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) seluas 2.287 Hektare (Ha) bagi kebun sawit milik rakyat.

Angka capaian di awal tahun ini menorehkan pertumbuhan sebesar 25% (Year-on-Year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren impresif ini sekaligus mengukuhkan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi dan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Indonesia.

Kinerja positif di awal 2026 ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan PTPN IV PalmCo pada tahun lalu. Sepanjang 2025, perusahaan telah berhasil menuntaskan realisasi Rekomtek hingga menyentuh angka 23.188 Ha. Konsistensi ini dinilai krusial mengingat sawit merupakan komoditas strategis penopang ekonomi nasional.

Baca juga:  Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Tanam Perdana Sawit Hasil PSR

Wujud Nyata Kehadiran Negara

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi sistematis dan pendampingan intensif yang dilakukan perusahaan kepada para petani di berbagai daerah.

“Realisasi 2.287 Ha di dua bulan pertama tahun 2026 ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui PalmCo, untuk terus berada di garis depan mendampingi petani sawit kita,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, pertumbuhan 25% di awal tahun menjadi indikator bahwa sistem kerja sama dan pola kemitraan yang dibangun semakin matang.

“Strategi akselerasi yang kami inisiasi berjalan pada jalur yang tepat. Kami memangkas hambatan birokrasi di lapangan, bergerak lebih cepat, dan tentunya semakin efisien dalam mengeksekusi program bersama instansi terkait,” tambahnya.

Baca juga:  Tepis Stigma Sawit Hanya Soal Minyak Goreng, Elaeis Media Group Bakal Gelar Workshop Bolu dari Sawit di Jambi

Fokus pada Ketahanan Pangan dan Energi

Program PSR bukan hanya mengganti tanaman tua, melainkan bagian dari desain besar ketahanan pangan dan energi nasional. PTPN IV PalmCo menyadari bahwa banyak kebun rakyat saat ini mengalami stagnasi produktivitas akibat usia tanaman yang sudah melewati masa produktif, atau penggunaan benih ilegitim (tidak bersertifikat) di masa lalu.