TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Isu penghematan energi kembali menjadi perhatian di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong efisiensi konsumsi bahan bakar minyak, penggunaan transportasi publik, serta perubahan pola mobilitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Di tengah dorongan itu, sejumlah karyawan PTPN IV PalmCo memilih cara yang sederhana untuk beradaptasi. Mereka tidak memulainya dari program besar atau seremoni formal, melainkan dari rutinitas paling dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti perjalanan menuju kantor.

Ada yang naik kereta, menggunakan bus, bersepeda, hingga berjalan kaki.

Bagi sebagian karyawan, pilihan itu awalnya lahir karena alasan praktis. Lebih hemat, lebih cepat, atau lebih sehat. Namun, dalam keseharian, kebiasaan tersebut juga beririsan dengan isu yang lebih luas: pengurangan konsumsi BBM dan emisi dari kendaraan pribadi.

Baca juga:  Harmoni Miniatur Indonesia, Mengelola 70 Ribu Tenaga Kerja Multikultur Jadi Kunci Produktivitas PTPN IV Palmco

Di Head Office PTPN IV PalmCo, Nabila Shifa menjadi salah satu karyawan yang memilih menggunakan transportasi umum. Setiap hari, ia menempuh perjalanan dari Depok menuju Jakarta dengan Commuter Line.

Sebagai warga komuter, Nabila sudah akrab dengan ritme pagi: berangkat lebih awal, menuju stasiun, menunggu kereta, lalu melanjutkan perjalanan ke kantor. Rutinitas itu ia jalani hampir setiap hari.

“Awalnya saya menggunakan Commuter Line karena lebih praktis dari Depok ke Jakarta. Tetapi lama-kelamaan saya merasa ini juga menjadi cara sederhana untuk ikut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Nabila.

Menurut Nabila, menggunakan transportasi umum membuat perjalanan hariannya lebih terukur. Ia tidak perlu menghadapi kemacetan dengan kendaraan pribadi dan dapat memperkirakan waktu tempuh dengan lebih baik.

“Dengan Commuter Line, saya bisa memperkirakan waktu perjalanan. Biayanya juga lebih efisien. Bagi saya, ini bukan hanya soal berangkat kerja, tetapi juga soal membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap energi dan lingkungan,” katanya.

Baca juga:  Dekatkan Dunia Hulu Migas ke Mahasiswa, PHR Zona 1 Gelar Kuliah Umum di Jambi dan Palembang

Pilihan serupa juga dilakukan Christovanly, karyawan PTPN IV PalmCo Head Office. Ia menggunakan Bus TransJakarta sebagai moda transportasi menuju kantor.

Di Jakarta, TransJakarta menjadi salah satu pilihan pekerja yang ingin menghindari penggunaan kendaraan pribadi. Bagi Christovanly, naik bus bukan sekadar pilihan transportasi, tetapi juga cara untuk ikut mengurangi kepadatan lalu lintas dan konsumsi BBM.

“TransJakarta sangat membantu mobilitas saya. Selain lebih hemat, saya juga merasa ikut berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan konsumsi BBM,” ujar Christovanly.

Ia menyebut, perubahan kebiasaan tidak selalu harus dilakukan dengan cara besar. Menurutnya, keputusan kecil seperti memilih transportasi publik dapat memberi dampak apabila dilakukan banyak orang secara konsisten.

Baca juga:  PTPN IV PalmCo dan Unilever Perkuat Integrasi Rantai Pasok Sawit Berkelanjutan

“Mungkin terlihat sederhana, hanya memilih naik bus. Tapi kalau dilakukan oleh banyak orang, dampaknya akan terasa. Kita bisa ikut mendukung efisiensi energi dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Jika di Jakarta sebagian karyawan memilih transportasi umum, cerita berbeda muncul dari PTPN IV Regional III Riau. Di sana, sejumlah karyawan mulai menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor.

Gerakan itu tumbuh melalui Komunitas Gowes Regional III atau Go_R3. Komunitas tersebut menjadi ruang bagi karyawan yang memiliki minat bersepeda sekaligus ingin membiasakan mobilitas yang lebih sehat.

Ketua Go R3, Hendra, mengatakan sejak awal bulan lalu jumlah karyawan yang menggunakan sepeda ke kantor mulai bertambah. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.