Adapun regulasi yang perlu diperketat meliputi:

  1. Semua angkutan truk harus memenuhi kapasitas muatan standar untuk mencegah kerusakan jalan dan risiko kecelakaan.
  2. Truk hanya boleh beroperasi pada jam-jam tertentu, terutama malam hari, untuk mengurangi kemacetan di jalan umum.
  3. Pemerintah harus mengaktifkan pos-pos pengawasan di sepanjang jalur angkutan untuk memastikan kepatuhan di setiap tahap perjalanan.
  4. Pelanggar regulasi harus dikenai sanksi berat, mulai dari denda besar hingga pencabutan izin usaha.

Robert menekankan bahwa penerapan terhadap aturan bukan hanya untuk menjaga ketentraman, tetapi juga untuk keberlangsungan bisnis pengusaha itu sendiri.

“Jika pengusaha terus melanggar aturan, mereka akan kehilangan kepercayaan masyarakat dan pemerintah. Itu sama saja dengan menggali kubur untuk bisnis mereka sendiri,” ujar Robert.

Baca juga:  Jaksa Agung Resmikan Pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di Jambi

Ia juga meminta agar para pengusaha tidak hanya memikirkan keuntungan semata, tetapi juga dampak sosial dari aktivitas mereka. “Batubara memang penting bagi perekonomian, namun tidak boleh mengorbankan hak masyarakat untuk hidup nyaman dan aman. Pengusaha harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain mendesak pengusaha, KADIN Jambi juga mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah dalam pengawasan. Robert menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan regulasi ditegakkan secara konsisten.

“Pemerintah harus tegas. Jika aturan dilanggar, jalur harus ditutup kembali. Jangan sampai masyarakat korban menjadi lagi,” katanya.

Robert menyebut pembukaan jalur darat sebagai langkah penting untuk memulihkan perekonomian rakyat. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan langkah ini bergantung pada pemenuhan semua pihak.

Baca juga:  Momentum Safari Ramadhan, Maulana Tegaskan Kota Jambi Sebagai Barometer Jambi

“Jalur darat dapat menghidupkan kembali perekonomian lokal, dari pengemudi truk hingga pelaku UMKM. Tapi, semuanya hanya akan berhasil jika pengusaha mematuhi aturan dan pemerintah melakukan pengawasan yang ketat,” ujarnya.

Robert mengakhiri pernyataannya dengan menyebutkan bahwa ini adalah kesempatan terakhir bagi pengusaha batubara untuk menunjukkan bahwa mereka dapat menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.

“Ini adalah ujian bagi pengusaha. Jika mereka masih nakal, jangan salahkan masyarakat atau pemerintah jika jalur darat ditutup lagi. Kita semua tidak ingin kesalahan yang sama terulang,” pungkasnya.(*)