TANYAFAKTA.ID, KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana,MKM, mengambil langkah tegas dengan menutup sejumlah pos retribusi parkir di kawasan Pasar Jambi pada Jumat, (7/3/2025).
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan warga yang merasa terganggu dengan banyaknya pos retribusi parkir di lokasi tersebut.
“Pagi ini, kami berkomitmen mengembalikan Pasar Jambi ke kejayaannya sebagai pasar bersejarah. Dengan berkembangnya kawasan ekonomi baru, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan Pasar Jambi tetap berkembang dan eksis,” ujar Wali Kota Maulana dalam pernyataannya.
Maulana mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Pasar Jambi adalah sepinya pengunjung. Salah satu faktor penyebabnya adalah sistem parkir yang rumit, di mana pengunjung harus melewati beberapa pos parkir yang menyulitkan.



7 Komentar
Parkir pasar angso duo gimana pak
Kami bayar parkir berkali kali masuk bayar,mau keluar bayar lagi,di pasar TDK efektif pengelolaan parkirnya,malah mengganggu,
Seandai nya di palembang begini terutama pasar 7ulu bwh ampera..patut d contoh pak wali ratu dewa..turlap ke 7ulu donk
Tutup sj tuh pos retribusi karena terlalu besar 3000 masuk ke dlm pasar jambi. Terus yg lucunya kena biaya parkir pula 2000 di dlm pasar jambi. Jd parkiran di tambah retribusi semuanya 5000 belum lagi belanja yg lain2 rugi sdh konsumen. Mendingan belanja di luar pasar paling parkir kena cuma 2000
Solusi uang masuk pemerintah🤣🤣🤣🤣bukan mempermudah masyarakat,apa bedanya bayar karcis tunai sama qriss
Kalau mau rame ya parkir gratis,
Kalau tetap bayar akan sama saja,
Pindah pindah toko untuk belanja,
10x pindah toko 10x kena parkir
dikatakan berupaya memberi solusi bukan?nah itu dengan cara non tunai atau QRIS.
nah pertanyaannya saya…
bagaimana jika yang kepasar itu ibu²/bapak² yang tidak tau yang namanya QRIS atau sebagai macam lainnya?