“Melalui program ‘Kota Jambi Bahagia’, kami berupaya memberikan solusi. Kami akan menerapkan sistem parkir yang lebih sederhana dan efisien, menggunakan juru parkir resmi dengan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, yang langsung terhubung dengan Kas Daerah,” lanjut Maulana.
Inovasi ini diharapkan dapat mempermudah pengunjung dan mendorong lebih banyak orang untuk kembali berbelanja di Pasar Jambi. Kehadiran sistem parkir yang lebih modern juga menjadi bagian dari transformasi pasar menjadi pusat ekonomi yang lebih dinamis.
Pada kesempatan tersebut, Walikota Jambi secara langsung meresmikan juru parkir yang ditugaskan serta memberikan langsung buku tabungan dan Qris yang dibuat dengan kerjasama ke Bank 9 Jambi.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Wali Kota Jambi, Sekda Kota Jambi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Kepala Bank Jambi Cabang Sutomo, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi. (Aas)



7 Komentar
Parkir pasar angso duo gimana pak
Kami bayar parkir berkali kali masuk bayar,mau keluar bayar lagi,di pasar TDK efektif pengelolaan parkirnya,malah mengganggu,
Seandai nya di palembang begini terutama pasar 7ulu bwh ampera..patut d contoh pak wali ratu dewa..turlap ke 7ulu donk
Tutup sj tuh pos retribusi karena terlalu besar 3000 masuk ke dlm pasar jambi. Terus yg lucunya kena biaya parkir pula 2000 di dlm pasar jambi. Jd parkiran di tambah retribusi semuanya 5000 belum lagi belanja yg lain2 rugi sdh konsumen. Mendingan belanja di luar pasar paling parkir kena cuma 2000
Solusi uang masuk pemerintah🤣🤣🤣🤣bukan mempermudah masyarakat,apa bedanya bayar karcis tunai sama qriss
Kalau mau rame ya parkir gratis,
Kalau tetap bayar akan sama saja,
Pindah pindah toko untuk belanja,
10x pindah toko 10x kena parkir
dikatakan berupaya memberi solusi bukan?nah itu dengan cara non tunai atau QRIS.
nah pertanyaannya saya…
bagaimana jika yang kepasar itu ibu²/bapak² yang tidak tau yang namanya QRIS atau sebagai macam lainnya?