TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Pusat Analitik Data Provinsi Jambi atau Jambi Data Analytic Center (JDAC), yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, menerima kunjungan dari dua akademisi asal Slovenia, yakni Prof. Lan Umek, Ph.D, dan Dejan RavÅ¡elj, Ph.D, dari University of Ljubljana. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Rio Yusri Maulana, Ph.D, dari Universitas Jambi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari studi komparatif yang bertujuan menjalin kolaborasi keilmuan dan pertukaran gagasan dalam pengembangan metode statistika sosial serta tata kelola data berbasis ilmu sosial. Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bidang Layanan E-Government Diskominfo Provinsi Jambi, Yenni Marzulita, bersama jajaran, bertempat di Ruang JDAC, Kantor Gubernur Jambi, Kamis (17/07/2025).

Baca juga:  Kapolda Jambi Hadiri Apel Siaga Darurat Karhutla Tahun 2024

Dalam paparannya, Yenni Marzulita menjelaskan bahwa JDAC merupakan fasilitas yang didirikan untuk mengelola dan menganalisis data dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

“JDAC memiliki dua portal utama, yaitu Portal Satu Data Provinsi Jambi dan sistem pendukung keputusan (Decision Support System/DSS). Selain itu, JDAC juga terintegrasi dengan Command Center Provinsi Jambi yang berfungsi sebagai pusat komando dan kendali untuk merespons berbagai situasi krisis di daerah,” ujar Yenni.

Prof. Lan Umek, Ph.D, menyampaikan apresiasinya terhadap sistem yang telah dikembangkan di JDAC.

“Dari segi tampilan saya sangat mengapresiasi pekerjaan yang anda lakukan, dengan bentuk yang menarik, sangat modern, sangat baik, dan terorganisir. Saya rasa anda harus terus meneruskan sistem ini, dan sistem ini bisa digunakan untuk semua orang atau seluruh dunia,” ungkap Prof. Lan.

Baca juga:  Hasil RDP DPRD - Dinas PUPR, Ivan Wirata : Islamic Center Masih Tanggung Jawab Kontraktor Hingga 7 Januari 2026

Lebih lanjut, ia juga memberikan sejumlah masukan agar sistem dapat terus dikembangkan secara optimal.

“Dari yang saya lihat, tampilannya sangat baik dan tidak ada masalah. Tapi saya memberikan masukan, harus orang yang sudah memiliki pengalaman menggunakan sistem ini. Dengan menggunakan sistem ini kita baru bisa melihat apa yang kurang, apa yang menjadi problematic, dan bagaimana mengatasinya,” tambahnya.

Sementara itu, Rio Yusri Maulana, Ph.D, dari Universitas Jambi, menjelaskan alasan memilih JDAC sebagai objek penelitian, yaitu karena dinilai sebagai unit transformasi digital yang unik.

“Saya bersama Bu Yenni sudah kontak cukup lama sejak 2023 dan kita sudah kolaborasi cukup panjang, dan riset kita itu harus memiliki locus dan fokus riset yang memang menyasar pada aspek khusus terkait dengan transformasi digital, maka kami didukung sangat baik dari Pak Kepala Dinas dan tim,” ujar Rio.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Dorong Solusi Jitu Atasi Banjir Sungai Asam

Ia menambahkan, “Jadi memang JDAC ini adalah suatu unit transformasi digital yang sangat unik menurut saya. Karena memang kami melakukan riset misalnya di Jabar Digital Service di Jawa Barat, kemudian di Jakarta, Smart City di Jakarta. Dan untuk basis pemerintahan daerah yang mungkin dengan kapasitas keuangan, kapasitas sumber daya manusia yang tidak seperti provinsi besar itu, saya pikir Jambi sudah cukup baik karena banyak provinsi yang kemudian tidak cukup concern terkait dengan data internal probability, terutama untuk provide bagaimana keputusan itu berbasis data,” pungkasnya.(*)