Kemerdekaan Indonesia didirikan di atas tekad untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Maka, memaksakan investasi yang berpotensi mencemari air bersih dan membahayakan kesehatan rakyat sama saja dengan menghianati cita-cita para pendiri bangsa. Kita boleh membuka pintu investasi, tetapi jangan pernah membuka jalan menuju penderitaan rakyat.

Pemerhati Kebijakan Publik

Daftar Pustaka

Amir, R. (2023). Factors influencing microplastic contamination in bottled drinking water in Indonesia: a systematic review. BKM Public Health and Community Medicine, 39(10), e7980.

Genter, F., Putri, G. L., Pratama, M. A., Priadi, C., Willetts, J., & Foster, T. (2022). Microbial contamination of groundwater self-supply in urban Indonesia: assessment of sanitary and socio-economic risk factors. Water Resources Research, 58(10), e2021WR031843.

Baca juga:  WALHI JAMBI dan BPR Kembali Serukan Penolakan Terhadap PT SAS, Kini dengan Layang-Layang

Nugroho, A., Lestari, E., & Pramono, S. (2021). Dampak paparan debu batubara terhadap kesehatan pernapasan masyarakat sekitar stockpile di Kalimantan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(2), 87-95.

Rahmawati, D., & Sari, R. (2022). Dampak aktivitas tambang batubara terhadap kualitas air dan kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur. Jurnal Lingkungan Hidup Indonesia, 10(2), 115-128.

Sulastri, H., Fitri, L., & Pratomo, D. (2021). Pencemaran Sungai Siak akibat aktivitas industri dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Ekologi Kesehatan, 20(3), 211-224.

UNICEF. (2022). Indonesia: Nearly 70 per cent of household drinking water sources contaminated by faecal waste. UNICEF press release, 7 February 2022.

World Health Organization & UNICEF. (2024). Water pollution and sanitation in Indonesia: a review on water quality, health and environmental impacts, management, and future challenges. Environmental Health and Preventive Medicine.

Baca juga:  Cacat Epistemologis Dalam Membaca Data Publik Pendidikan