Namun, baru sekitar 500 SR yang sudah aktif tersambung. Oleh karena itu, Pemkot terus melakukan sosialisasi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat SPALD, serta mendorong partisipasi warga dalam merawat jaringan secara mandiri, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengelola limbah rumah tangga dengan lebih bijak.

Salah satu warga RT 07, Kelurahan Tanjung Pinang menyebutkan, dengan dipasang nya SPALD ini mereka merasa terbantu.

“Ya pembunagan jadi lancar,” kata Ferry, warga RT 07.

Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, yang hadir memberikan sambutan menyampaikan bahwa, pengelolaan air limbah yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan kota yang sehat dan berkelanjutan.

Baca juga:  Pelantikan Bupati Bungo, Gubernur Jambi Al Haris Tekankan Pentingnya Merangkul Seluruh Masyarakat

“Sistem SPALD ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal perubahan pola pikir masyarakat. Dengan mengelola air limbah dengan baik, kita menjaga lingkungan, mencegah pencemaran air tanah, dan tentu mendukung terciptanya Kota Jambi yang lebih bahagia, bersih, dan sehat,” ujar Wali Kota Maulana.

“Kami mengajak masyarakat untuk terlibat aktif, memahami manfaat sistem ini, dan bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini akan terus dilakukan di berbagai wilayah Kota Jambi sebagai bagian dari program strategis Pemkot dalam mewujudkan sanitasi aman dan pengelolaan air limbah terpadu. (*)