“Aksi ini bukan seremoni semata akan tetapi GMNI hadir hari ini sebagai perpanjangan lidah rakyat Indonesia terkait keluh kesah masyarakat terhadap masifnya perampokan perampokan secara paksa tanah oleh mafia yang aampai hari ini tidak mampu di selesaikanoleh ATRBPN. Dengan selalu menggaungkan reforma agraria sejati, ATRBPN hanya menunjukan eksistensi bukan bekerja dalam menyelesaikan permasalan agraria di negara ini,” Jelasnya.
Berikut tuntutan aksi demonstrasi DPP GMNI:
1. Mendesak Presiden Prabowo melalui Kementerian terkait untuk segara menuntaskan Konflik agraria di Indonesia,
2. Mendesak Pemerintah untuk melaksanakan Reforma Agraria sejati melalui redistribusi tanah untuk petani miskin, bukan sekedar membagi bagikan sertifikat,
3. Menuntut pemerintah untuk segara menghentikan perampasan tanah rakyat oleh Korporasi dan Oligarki serta menghentikan kriminalisasi rakyat dan aktivis yang berjuang untuk kepentingan keadilan petani,
4. Mendesak pemerintah mengevaluasi kebijakan tata ruang dan mencabut izin-izin usaha yang merampas ruang hidup rakyat,
5. Menjamin dan memberikan perlindungan, kepastian hukum, dan keadilan hukum bagi petani, masyarakat adat, dan nelayan,
6. Pemerintahan Presiden Prabowo wajib menjamin, melindungi dan memberikan hak kepada masyarakat desa yang masuk dalam kawasan hutan lindung. (*)



Tinggalkan Balasan