“Ini adalah salah satu permasalahan Kota-Kota besar di Indonesia, bukan hanya di Kota Jambi,” tekannya.
“Semoga melalui program Balikat yang telah kami siapkan dapat mempengaruhi angka pengangguran terbuka di kota Jambi, sehingga bisa turun secara bertahap,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan, dalam kunjungan kerja daerah ini, ia turut menyambangi IM Japan di Kota Bekasi dalam rangka Koordinasi bersama perusahaan Jepang untuk membuka peluang magang dan kerja, dengan tujuan menurunkan tingkat pengangguran dan menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.
“Kami juga menjajaki kerja sama pemagangan luar negeri dengan Jepang bagi adik-adik kita yang baru lulus SMA, dan ini kita akan buka pendaftaran nya di bulan Desember, dan rekrutmen nya bekerjasama dengan lembaga-lembaga pelatihan, serta bersama Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
“Dalam magang tersebut nantinya, tidak hanya mendapatkan ilmu maupun kesempatan bekerja, namun juga akan diberikan honor. Secara teknis nanti kami akan koordinasikan bagi para pengusaha untuk adik-adik semua, termasuk mahasiswa,” pungkas Wali Kota Maulana.
Dalam menuntaskan tingkat pengangguran di Kota Jambi, tentunya masih banyak lagi hal hal lain yang dilakukan Pemkot Jambi melalui berbagai macam program prioritas.
Diantaranya, adalah program Banharkat, dimana program ini akan ditujukan untuk kelompok usaha masyarakat, melalui pinjaman modal dengan tingkat suku bunga rendah hanya 3 persen per tahun, yang saat ini telah tersedia hingga lebih dari Rp. 100 miliar melalui kerja sama bersama Bank Jambi dan Bank BTN, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. (*)



Tinggalkan Balasan