Yasir menegaskan, proses serap aspirasi seperti ini akan terus ia jaga sebagai tradisi politik yang berorientasi kebermanfaatan.

“Komunikasi sosial harus terus terjalin. Dengan cara ini, saya bisa melihat langsung apa yang dibutuhkan warga, mendengar langsung dari mulut masyarakat, dan kemudian kita perjuangkan di DPRD,” tambahnya.

Yasinan bersama warga disebut Yasir bukan seremoni, tetapi metode penguatan hubungan emosional antara wakil rakyat dan masyarakat yang mempercayakan suara padanya. Ia berharap pola komunikasi yang menyatu dengan kegiatan religius ini mampu menjadi ruang pertemuan yang produktif dan tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

“Kita ingin setiap aspirasi itu dirasakan, dipahami, dan diperjuangkan,” tutup Yasir. (*)

Baca juga:  Fahrul Ilmi Hadiri Musrenbang Kelurahan Kenali Besar