“Karena target pemerintah pusat jelas bahwa SPBE kita ke depan harus meningkat. Nah, nilai kita masih cukup rendah, maka dari itu tentu rakor teknis ini penting. Saya kira agar supaya nanti semua daerah punya data yang terintegrasi, terkoneksi, efektif dan juga pengamanannya juga terjamin dengan baik. Makanya nanti setelah rakor teknis ini kita pulang ke daerah kabupaten/kota, jadi kalau daerah bergerak semua sistem juga bergerak semua, dan mereka gunakan dengan baik. Saya yakin maka SPBE kita semakin baik karena ukuran SPBE itu adalah penguasaan teknologi dan semua daerah itu rata dan pemahaman juga rata, dan rakyat sudah mulai pintar menggunakan teknologi,” tambah nya.
“Saya yakin bahwa Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota se-Provinsi Jambi sedang berada pada masa transisi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ke pemerintahan digital (Pemdi), dan secara kontinu terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas operasional SPBE melalui layanan-layanan digital, baik untuk pelayanan internal instansi maupun untuk pelayanan bagi masyarakat. Dan kita semua harus terus berupaya meningkatkan layanan digital, termasuk meningkatkan keterpaduan layanan kabupaten/kota-provinsi-pusat, untuk mendorong peningkatan sinergi pembangunan,” lanjutnya.
Gubernur Al Haris juga menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam pengelolaan data dan transformasi digital. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi anak daerah yang telah berhasil membangun data center di Jambi.
“Saya kaget ada anak Jambi yang bikin data center, sayang tidak dimanfaatkan. Pesan saya ketika kita sedang efisiensi, maka sebisa mungkin uang kita tidak belanja ke luar daerah. Manfaatkan data center yang dimiliki putra Jambi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari Rakortek ini adalah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam bidang komunikasi dan informatika.
”Tujuan Rakortek ini juga menyelaraskan kebijakan dan strategi dalam percepatan transformasi digital di daerah serta mendorong keterpaduan layanan digital nasional di seluruh kabupaten/kota, serta meningkatkan kapasitas dan kesiapan daerah dalam pengelolaan, penyimpanan, serta pengamanan data pemerintah, juga memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi antar pemerintah daerah se-Provinsi Jambi,” ujar Kadis Ariansyah. (*)



Tinggalkan Balasan