Kusuma Ariftama turut berkontribusi melalui presentasi “Concession Scheme Alternative of Trans Sumatra Toll Road: Dumai–Rantauprapat Section” yang menyoroti alternatif skema pengusahaan dalam pengembangan ruas strategis di wilayah Sumatra bagian utara. Sementara itu, Muhammad Ashar dan Zakhy Yusuf menyampaikan hasil riset berjudul “Value Capture Strategy for Trans Sumatera Toll Road Development: Study Case in Palembang–Indralaya Section”, membahas strategi peningkatan nilai ekonomi kawasan sekitar jalan tol melalui pendekatan value capture.

Konferensi REAAA tahun ini diikuti oleh lebih dari 70 negara dengan total lebih dari 5.000 peserta yang terdiri atas pakar, praktisi, akademisi, serta perwakilan lembaga infrastruktur dari kawasan Asia dan Australasia. Kehadiran Hutama Karya dalam forum tersebut tidak hanya menunjukkan kesiapan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi global, tetapi juga mempertegas peran aktif Indonesia dalam percaturan inovasi infrastruktur dunia.

Baca juga:  Pengamat : UMKM Penting, Tapi Belum Bisa Jadi Mesin Utama Kemajuan Kota Jambi

Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menunjukkan kapabilitas dan inovasi anak bangsa di kancah internasional. Keterlibatan Hutama Karya dalam REAAA Conference menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia kita mampu bersaing di tingkat global. Melalui penerapan teknologi seperti BIM, digital survey, dan kecerdasan buatan (AI), kami berupaya menghadirkan infrastruktur jalan tol yang tidak hanya efisien dan berkelanjutan, tetapi juga mencerminkan kemajuan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Sebagai contoh memadukan penerapan BIM dengan LIDAR untuk mempercepat proses pemetaan.

“Melalui partisipasi ini, Hutama Karya berharap dapat terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat penerapan teknologi digital seperti _Building Information Modeling (BIM) dan Artificial Intelligence (AI) dalam pembangunan jalan tol, serta menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masa depan infrastruktur Indonesia yang lebih efisien, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” tutur Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah. (*)

Baca juga:  Informasi Terkini Trafik Arus Balik Lebaran 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Periode 24 Maret 2026