Di Simalungun, Hilda Putri Amalia, guru muda di TK Dewi Sri, membawa pendekatan baru ke ruang kelas. Dengan jumlah murid yang tidak terlalu besar, ia dapat memberi perhatian lebih personal, sesuatu yang menurutnya menjadi keistimewaan sekolah kebun.
“Lingkungannya tenang, warganya rukun, dan anak-anak sangat hormat. Suasana ini membuat proses belajar terasa akrab dan hangat,” ujarnya.
Kisah-kisah ini mencerminkan peran penting sekolah kebun dalam kehidupan masyarakat. Bagi banyak keluarga, sekolah adalah tempat pertama anak-anak belajar bermimpi, bermain, dan menemukan jati diri.
Penghargaan untuk Mereka yang Menjaga Api Belajar
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, memberikan apresiasi kepada para guru yang mengajar di wilayah perkebunan wilayah yang kerap jauh dari pusat layanan pendidikan.
“Dedikasi para guru menjadi bagian penting dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia di wilayah yang jauh dari pusat kota,” katanya, Sabtu (29/11/2025). Ia menegaskan bahwa akses pendidikan di daerah kebun merupakan perhatian berkelanjutan bagi perusahaan.
Dalam pesannya, ia menutup dengan penghormatan sederhana namun bermakna.
“Terima kasih kepada para pendidik yang terus menjaga api belajar anak-anak Indonesia. Pengabdian Anda menjadi penuntun bagi masa depan yang lebih baik.”
Di Ruang Kelas Sederhana, Masa Depan Tumbuh Ditata
Di banyak sudut perkebunan, aktivitas belajar terus mengalir—disahut tawa murid, kesabaran guru, dan ritme kehidupan masyarakat kebun. Hari Guru menjadi pengingat bahwa harapan bagi masa depan bangsa kerap lahir dari ruang sederhana yang berdiri di tengah hamparan tanaman sawit.
Dan di balik setiap ruang kelas itu, ada para guru yang memilih tetap tinggal, tetap mengajar, dan tetap percaya bahwa setiap anak, betapapun jauhnya ia dari kota, berhak mendapat cahaya pendidikan yang sama terang. (*)



Tinggalkan Balasan