Sejak 25 November 2025, Pertamina EP Pangkalan Susu telah melakukan mitigasi menyusul potensi dampak banjir di sekitar Main Gathering Station (MGS). Sebanyak 187 orang telah dievakuasi ke Bukit Kunci, Pangkalan Susu. Tim lapangan juga diturunkan untuk memperbaiki pagar beton MGS dan memastikan kebutuhan sehari-hari para pengungsi terpenuhi.

Sementara itu, di Aceh Tamiang, genangan air setinggi hingga tiga meter pada 27 November 2025 menyebabkan fasilitas produksi Pertamina EP Rantau terendam dan terhenti sementara. Meski demikian, PEP Rantau tetap menyalurkan bantuan melalui Posko Utama Bupati serta desa-desa sekitar, berupa bahan pangan, popok bayi, dan minyak kayu putih.

Di wilayah Lhokseumawe, PHE NSO telah mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan bantuan makanan, obat-obatan, selimut, makanan anak, hingga popok bayi sejak 27 November 2025. Penyaluran ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Baca juga:  Sebelum Gas, Cek Dulu! Tips #Cari_Aman ala Honda Sinsen

PHR Zona 1 memastikan bantuan akan disalurkan secara bertahap sesuai kondisi lapangan, termasuk dukungan logistik, peralatan keselamatan, bahan pangan, obat-obatan, hingga kebutuhan bayi. Mengingat akses darat banyak yang terputus, distribusi bantuan juga dilakukan menggunakan perahu karet dan helikopter.

Bencana banjir ini telah mempengaruhi operasi migas di sejumlah lapangan, termasuk dihentikannya sementara produksi di Pertamina EP Rantau Field akibat terendam banjir dan putusnya akses serta pasokan listrik. Kendati demikian, PHR Zona 1 tetap berkomitmen hadir mendukung pemulihan masyarakat dan menjaga keselamatan pekerja, sekaligus memastikan keberlanjutan produksi energi nasional. (*)