TANYAFAKTA.CO, JAMBI –  Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Rabu (26/11/2025), memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan. Kecamatan Tarabintang dan Pakkat menjadi wilayah terdampak paling parah akibat hujan lebat yang turun tanpa henti sejak pagi hari.

Bencana tersebut merusak infrastruktur utama. Ruas jalan Doloksanggul–Pakkat–Tarabintang putus total, jaringan listrik padam, serta akses komunikasi termasuk internet sempat terhenti. Kondisi ini menghambat proses evakuasi dan penyaluran bantuan ke lokasi terdampak.

Di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, banjir dan longsor menelan korban jiwa terbanyak. Sebanyak 9 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, dan 12 warga mengalami luka-luka. Desa Pulo Godang di kecamatan yang sama juga mengalami kerusakan serupa.

Baca juga:  Putin Rilis Hasil Survey Pilkada Tanjabtim, Laza-Aris Ungguli Dillah-Muslimin

Diketahui, di Desa Batunagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang: 1 warga meninggal, 2 luka-luka. Di Desa Sibuluan, Onan Ganjang: 2 warga luka-luka akibat material longsor. Di Desa Hutagurgur, Kecamatan Doloksanggul: 1 warga meninggal akibat cuaca ekstrem.Di Desa Sihombu, Kecamatan Tarabintang: banjir dan longsor menyeret rumah warga serta memutus akses jalan dan jaringan komunikasi.

Hingga kini, beberapa wilayah masih berstatus darurat dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah maupun relawan.

Di tengah situasi darurat tersebut, mahasiswa asal Humbang Hasundutan di Jambi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Humbang Hasundutan (IMH) Jambi menginisiasi aksi solidaritas. Badan Pengurus Harian (BPH) IMH Jambi menggelar penggalangan dana pada Sabtu (7/12/2025).

Aksi tersebut berlangsung di dua titik di Kota Jambi, yakni Simpang Telanaipura dan Simpang Museum Jambi. Para mahasiswa membawa poster ajakan peduli dan menyerukan solidaritas bagi korban bencana Humbang Hasundutan.

Baca juga:  HBA Tegaskan Komitmen LAM Jambi Jaga Budaya dan Perkuat Hukum Adat di Hari Adat Melayu ke-747

Respons masyarakat Jambi sangat positif. Banyak warga memberikan donasi, bahkan beberapa pengendara rela berhenti di tengah padatnya lalu lintas untuk ikut berkontribusi.

Ketua IMH Jambi, Dodo Warisman Tampubolon, menyebut aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kampung halaman.

“Begitu kami mendapat informasi dari keluarga di kampung, kami bersama BPH IMH Jambi langsung berkoordinasi. Kami bergerak cepat melakukan aksi sosial ini dengan tujuan menyalurkan bantuan kepada keluarga dan sanak saudara di Bona Pasogit yang sedang membutuhkan,” ungkapnya.

Dodo menambahkan bahwa bantuan yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada warga terdampak bencana agar dapat meringankan beban di masa pemulihan. (*)