TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat Jambi (GERAM Jambi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pertamina Kasang, Kota Jambi, Kamis (11/12/2025).
Aksi tersebut digelar untuk memprotes dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi di SPBU 24.372.23 Tebo Tengah.
Dalam orasinya, Ismail, salah satu orator utama, menyebut terdapat berbagai penyimpangan yang diduga terjadi di SPBU tersebut. Di antaranya, kendaraan pelansir yang bebas mengantre, dugaan manipulasi barcode, pelayanan SPBU yang dinilai buruk terhadap masyarakat umum.
“Ini sudah keterlaluan. BBM subsidi itu hak rakyat, bukan untuk mafia!” tegas Ismail.
Rukman, orator lainnya, menambahkan bahwa GERAM Jambi telah mengantongi sejumlah bukti dugaan pelanggaran. Ia menyebut pihaknya siap membawa bukti tersebut ke aparat penegak hukum apabila tidak ada respons dari Pertamina.
“Kami beri waktu. Kalau tidak ada tindakan, kami akan turun dengan massa lebih besar,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan resmi kepada Pertamina, yakni:
1. Melakukan sidak mendadak di SPBU 24.372.23 Tebo Tengah.
2. Memberikan sanksi tegas kepada pihak pengelola SPBU apabila terbukti melakukan penyimpangan.
3. Menertibkan kendaraan pelansir yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan BBM subsidi.
4. Memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat umum, bukan pelaku penimbunan atau pelansir.
Sebagaimana diketahui, pemandangan buruk tampak di SPBU 24.372.23, Desa Semabu, Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. Bayangkan saja sejumlah mobil yang disinyalir sebagai kendaraan pelansir BBM Subsidi tampak berjejer di kawasan SPBU yang dikelola oleh PT Rimutha Jaya tersebut pada Sabtu, (6/12/2025) lalu.
Masalahnya tak berhenti di situ. Di tengah arus listrik yang padam, petugas SPBU malah bersikap layaknya tak peduli terhadap sejumlah konsumen. Antrean kendaraan dibiarkan begitu saja dalam stasiun tanpa ada pemberitahuan dari pihak SPBU.
Ketika dikonfirmasi, pihak petugas SPBU baru berdalih lantaran arus listrik padam maka perlu menyalakan genset lebih dulu.
“Manasin genset dulu, Pak,” ujar salah seorang pria, petugas SPBU tersebut.
Salah seorang warga, yang sedang mengantre BBM pun merasa kecewa dengan pelayanan pihak SPBU 24.372.23. Petugas SPBU tampak bersikap seolah mengabaikan konsumen.
“Ya kenapa enggak dari tadi gitu dikasih tahu, biar kita cari SPBU lain kan. Waktu orang-orang ini terbuang. Nunggu, sudah tu dak do kejelasan itu berapa lama ngisi gensetnyo tuh,” katanya, seraya meninggalkan SPBU 24.372.23.
Selain pelayanan buruk, SPBU 24.372.23 diduga memfasilitasi para pelansir. Hal itu tampak jelas dari BBM solar yang tampak kosong dalam beberapa hari sebelumnya.
Aksi demonstrasi berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Hingga siang hari, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait aspirasi dan tuntutan massa. (*)



Tinggalkan Balasan