“Kami membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Saya juga sudah meminta lurah bersama forum RT dan seluruh ketua RT untuk bergotong royong membersihkan drainase di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, saluran air harus dijaga agar tidak tersumbat sampah sehingga debit air tidak berkurang dan tidak menimbulkan genangan maupun luapan air ke permukiman warga.
“Kalau ada sampah supaya diambil, sehingga tidak terjadi peluapan air yang dapat menggenangi rumah dan permukiman warga,” katanya.
Selain itu, Wali Kota Jambi secara khusus mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem.
“Yang paling penting, kepada seluruh orang tua mohon ditingkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak agar tidak bermain di sekitar drainase, got, dan lainnya. Semoga hal ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, bocah perempuan berinisial A (4) dilaporkan hanyut di selokan dekat rumahnya di RT 45, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, saat hujan deras mengguyur Kota Jambi.
Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim SAR pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, atau sekitar lima kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Korban ditemukan meninggal dunia kurang lebih lima kilometer dari lokasi kejadian,” kata Dantim Kantor SAR Jambi, Djunianto.
Korban ditemukan tersangkut di semak-semak saluran air di RT 14, Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Simpang III Sipin. Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka, sementara operasi SAR resmi ditutup setelah korban ditemukan. (AAS)



Tinggalkan Balasan