Dalam mendukung operasional dan pelayanan pengguna jalan, Hutama Karya menyiagakan 451 unit armada operasional dan 3.223 personel petugas siaga, serta mengoperasikan 29 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera kelolaan Hutama Karya. Layanan juga diperkuat melalui 38 lokasi top up, 61 gerbang operasi, 273 gardu operasi, 128 unit mobile reader, 1.534 unit kamera CCTV, serta 107 unit Variable Message Sign (VMS) yang terintegrasi melalui aplikasi HK Toll Apps. Peningkatan layanan turut dilakukan melalui penambahan kartu uang elektronik, petugas top up, serta perlengkapan pengaturan lalu lintas.
Turut hadir dan mendukung kesiapan Nataru beberapa anak perusahaan Hutama Karya, PT Hakaaston (HKA) sebagai penyedia jasa layanan, pemeliharaan dan operasi jalan tol, PT HK Realtindo (HKR) yang akan siap siaga melayani di titik-titik pelayanan di Tempat Istirahat dan Pelayan (TIP), PT Hutama Karya Marga Waskita (HMW) sebagai salah satu Badan Usaha Jalan Tol, dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sebagai salah satu kontraktor proyek yang mengerjakan JTTS.
Strategi Layanan dan Prediksi Puncak Arus Nataru
Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, Hutama Karya menerapkan sejumlah strategi layanan, antara lain peningkatan layanan operasional selama periode Nataru, optimalisasi TIP, serta pengoperasian ruas fungsional Junction Palembang yang meliputi Ramp I, Ramp V, Ramp VI, Ramp VII B, dan Ramp VIII, yang telah mulai beroperasi pada (16/12) hingga 4 Januari 2026 selama 24 jam.
Selain itu, Hutama Karya juga mengoperasikan Tol Palembang–Betung Seksi 1 (Musi Landas–Pulau Rimau) secara fungsional pada 20 Desember mendatang hingga 2 Januari 2026 Pukul 07.00–16.00 WIB, serta Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) yang telah dibuka sejak 7 Desember lalu hingga 4 Januari 2026 mendatang.
Sebagai bagian dari pengelolaan lalu lintas, Hutama Karya bersama instansi terkait juga menyiapkan rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui penerapan skema holding system di TIP, guna mengatur arus kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol utama.
”Berdasarkan hasil analisis lalu lintas, puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025, sementara puncak arus balik Tahun Baru diproyeksikan berlangsung pada 1 serta 3–4 Januari 2026. Kami harap pengguna jalan dapat bijak memilih waktu perjalanan untuk mengindari penumpukan kendaraan dalam rangka meningkatkan kenyamanan berkendara bersama” ujar Ketua Tim Penanganan Layanan, Dwi Aryono Bayuaji.
Komitmen Pelayanan Nataru
Mengusung _tagline_ “Perjalanan Nataru Lebih Cepat, Karena Sumatera Sudah Dekat”, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan jalan tol yang andal, aman, dan humanis, serta mengajak seluruh pengguna jalan untuk SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Hutama Karya juga menjadi bagian dari kampanye Danantara Indonesia ‘Melayani Sepenuh Hati’ yang hadir untuk memberikan pengalaman berkendara yang nyaman dan aman.
”Kami mengimbau pengguna JTTS agar memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi, menggunakan satu kartu untuk satu kendaraan, mematuhi batas kecepatan yang berlaku, serta beristirahat di TIP terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk. Untuk kondisi darurat dan informasi terkini, pengguna jalan dapat menghubungi _Call Center_ masing-masing ruas tol atau mengakses kanal resmi media sosial di @HutamaKaryaTollRoad. Pengguna jalan juga dapat mengunduh apliksi HK Toll Apps untuk kemudahan berkendara di jalan tol Hutama Karya” tutup Mardiansyah. (*)





Tinggalkan Balasan