TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Sebanyak 25 organisasi masyarakat sipil (LSM) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Provinsi Jambi sepakat membentuk Forum Pengawal Investasi Jambi sebagai upaya mendorong iklim investasi yang sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.

Kesepakatan tersebut lahir dalam diskusi santai yang digelar di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, Kamis (19/12/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal konsolidasi elemen masyarakat sipil dalam mengawal masuknya investasi agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Jefri Bintara Pardede (Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi), Amir Akbar (Perkumpulan AKRAM), serta DR (c) Asari Syafei, pengamat hukum publik sekaligus pelaku industri jasa konstruksi di Jambi. Ketiganya menjadi narasumber utama dalam diskusi tersebut, Kegiatan ini juga di hadiri oleh Kemas Uzer dan Azhar HM, Panglimo Debalang Negri Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi.

Baca juga:  Buka Lomba Foto, JBC Siapkan Total Hadiah Jutaan Rupiah

Amir Akbar menegaskan bahwa investasi merupakan pendorong utama pembangunan daerah, namun kerap menghadapi hambatan di lapangan.

“Investasi sering terhambat oleh miskomunikasi, informasi yang tidak utuh, bahkan hoaks. Melalui forum ini, kami ingin memastikan investasi yang masuk ke Jambi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, DR (c) Asari Syafei menekankan pentingnya pengawasan dan akuntabilitas dalam setiap proses investasi.

“Diperlukan mekanisme pengawalan yang jelas agar investasi berjalan sesuai aturan dan berdampak positif. Forum ini menjadi ruang sinergi LSM dan ormas untuk meluruskan informasi serta menjaga kepentingan publik,” katanya.

Diskusi dipandu oleh Martayadi Tajddin, pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur daerah. Ia menilai Forum Pengawal Investasi Jambi berpotensi menjadi penyeimbang informasi sekaligus penangkal hoaks yang dapat merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan daerah.

Baca juga:  Ketika Investasi Bersih Tersandera : Lingkungan Atau Kepentingan ?