Pemerintah juga memberikan bantuan bagi pasien melalui mekanisme Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dengan realisasi mencapai Rp70,2 miliar untuk 8.059 pasien. Peningkatan fasilitas sarana kesehatan terus dipacu melalui pengadaan peralatan medis modern senilai Rp47 miliar yang tersebar di rumah sakit daerah, guna memastikan warga mendapatkan layanan medis terbaik tanpa harus dirujuk ke luar provinsi.
Melalui program “Jambi Responsif”, Al Haris menyalurkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKK) sebesar Rp100 juta untuk setiap desa dan kelurahan serta Rp50 juta untuk setiap kecamatan. Program ini secara efektif memberikan perlindungan bagi 9.372 jiwa penerima manfaat dari kelompok lansia, disabilitas, hingga anak terlantar.
Secara paralel, pilar “Jambi Tangguh” merealisasikan bedah rumah sebanyak 2.256 unit serta pemberian bantuan modal kerja sebesar Rp48,6 miliar kepada 7.316 orang pelaku UMKM, industri rumah tangga, dan wirausaha muda milenial. Dukungan terhadap sektor pertanian juga mengalir kuat melalui alokasi bantuan alat mesin pertanian, bibit, dan ternak dengan total anggaran mencapai Rp47,9 miliar, yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Sinergi Program Nasional: Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan
Provinsi Jambi bergerak selaras dengan agenda nasional melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau 305.640 orang penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Program ini didukung oleh 125 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total anggaran mencapai Rp190,6 miliar. Di sisi ekonomi komunitas, Koperasi Merah Putih telah membina 1.585 unit koperasi dengan tingkat digitalisasi mencapai 98,92 persen.
Pembangunan fisik juga mencatat sejarah baru dengan berdirinya Sekolah Rakyat berasrama (Boarding School) di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur dengan nilai investasi Rp446,4 miliar. Keberhasilan infrastruktur jalan dan irigasi juga memacu lonjakan produksi padi sebesar 30,43 persen, mencapai total 366.540 ton Gabah Kering Giling (GKG). Sinergi dengan pemerintah pusat turut mempercepat proyek strategis seperti Jalan Tol Jambi-Rengat segmen Jaluko, Jembatan Sungai Rambut sepanjang 1,2 kilometer, serta revitalisasi kawasan Candi Muaro Jambi sebagai warisan budaya dunia.
Hingga seluruh kerja keras ini membuahkan deretan penghargaan bergengsi, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, nilai SAKIP predikat B, hingga indeks reformasi birokrasi di kategori BB. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jambi pun tetap terjaga dengan baik di angka 71,45, membuktikan pembangunan yang dilakukan tetap mengedepankan aspek kelestarian alam.
Gubernur Al Haris menutup laporannya dengan menetapkan target indikator makro tahun 2026 yang optimis, termasuk target penurunan angka kemiskinan hingga ke level 6,25 persen. Beliau menegaskan bahwa visi “Jambi Mantap 2029” bukan lagi sekadar narasi di atas kertas, melainkan kenyataan pembangunan yang sedang diwujudkan bersama demi kesejahteraan seluruh masyarakat Jambi.
Momentum HUT ke-69 ini menjadi pijakan kuat untuk membawa Jambi menjadi provinsi yang berdaya saing global dan berkelanjutan. (*)



Tinggalkan Balasan