“Aneka perbedaan itu merupakan kekayaan khazanah yang kita miliki. Melalui perayaan Natal bersama ini, saya berharap semakin terbangun soliditas, empati dan kebersamaan lintas institusi maupun lintas iman, memperkuat rasa saling percaya, serta meneguhkan komitmen kita bersama untuk menjaga Provinsi Jambi sebagai daerah yang damai, kondusif, dan maju,” katanya.
Wagub Sani mengungkapkan bahwa Provinsi Jambi adalah rumah besar bagi keberagaman. Perbedaan suku, agama, dan budaya bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk semakin merekatkan rasa persatuan dan persaudaraan.
“Pemerintah daerah dan Forkopimda serta seluruh pihak terkait terus berusaha menjaga dan meningkatkan toleransi di Provinsi Jambi, diantaranya, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Pemerintah Provinsi Jambi terus mengupayakan dan mendorong dialog intern dan antar umat beragama, yakni melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi, untuk meningkatkan kerukunan beragama dan harmoni di Provinsi Jambi,” ungkapnya.
Wagub Sani juga menyatakan bahwa Perayaan Natal, Hari Besar Keagamaan Umat Nasrani di seluruh dunia, hendaknya juga dimaknai dengan meningkatkan kepedulian sosial, kepedulian kepada sesama umat manusia, baik yang seagama maupun yang berbeda agama, untuk saling membantu, terutama kepada orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.
“Dalam suasana penuh damai ini kita berkumpul, bukan semata untuk merayakan, tetapi juga untuk merenungkan makna kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. TNI dan POLRI sebagai pengayom masyarakat diharapkan dapat terus hadir dengan pendekatan humanis dan berkeadilan di tengah masyarakat, selalu menjadi penopang penting dalam kepercayaan publik dan menciptakan iklim yang stabil dalam membuka jalan bagi percepatan pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan ekonomi rakyat,”pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan