“Hal seperti ini tidak boleh terulang lagi, karena pasti akan membuat kualitas berorganisasi semakin buruk,” tegasnya.
Ichsan juga menegaskan bahwa APERSI bukan milik kelompok tertentu, melainkan milik seluruh anggota. Selama ini, kata dia, APERSI dibentuk untuk membantu dan melayani anggota agar dapat menjalankan usaha pengembangan perumahan dengan nyaman dan tanpa hambatan.
“Seharusnya, selama kita memiliki visi dan tujuan yang sama untuk membesarkan APERSI di Jambi, tidak ada alasan untuk saling menghambat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ichsan menyampaikan bahwa para anggota yang walk out telah bersepakat untuk menentukan arah baru organisasi. Saat ini, mereka mengaku telah menerima penawaran dari tiga asosiasi besar yang siap memberikan posisi kepengurusan inti sebagai wadah dan rumah baru bagi para pengembang perumahan di Provinsi Jambi.
Saat ditanya media mengenai asosiasi yang dimaksud, Ichsan menyebut pihaknya masih dalam tahap pembahasan internal.
“Saat ini kami masih memutuskan bersama, ke mana arah yang terbaik untuk kami berlabuh. Dalam waktu dekat, akan kami sampaikan keputusan tersebut,” pungkasnya. (*)




Tinggalkan Balasan