TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat kecil, DPD Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kabupaten Asahan terus menunjukkan komitmen nyata melalui program sosial “Jumat Berbagi” yang kembali digelar pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.

Program Jumat Berbagi bukan kegiatan seremonial sesaat. Sejak DPD MABMI Asahan berada di bawah kepemimpinan Cakra Bakti, kegiatan ini telah berjalan secara berkelanjutan dan konsisten, menyasar langsung kelompok masyarakat yang kerap luput dari perhatian, seperti kuli bangunan, tukang becak, tukang parkir, serta warga lain yang benar-benar membutuhkan.

Melalui aksi turun langsung ke lapangan, MABMI Asahan berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar yang melintas di tiap lokasi kegiatan. Kehadiran organisasi adat ini di tengah kaum pekerja informal menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai gotong royong yang mulai tergerus oleh situasi ekonomi.

Baca juga:  Diduga Rampas Mobil Konsumen dan Curi Barang : Oknum Preman Berkedok Juru Tagih Maybank Finance di Laporkan Ke Polda Jambi

Ketua DPD MABMI Asahan melalui Raja tami tim monitor dilapangan menegaskan bahwa program Jumat Berbagi bukan hanya agenda internal organisasi, melainkan ruang kolaborasi terbuka bagi semua pihak.

Ia mengajak Pemerintah Kabupaten Asahan, antar lembaga, organisasi kemasyarakatan, hingga warga sipil untuk ikut terlibat dan mengambil peran aktif.

“Kepedulian sosial tidak boleh berdiri sendiri. Perlu kebersamaan lintas sektor agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tegasnya.

MABMI Asahan juga membuka partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin berbagi rezeki melalui program Jumat Berbagi. Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Central Asia (BCA) nomor 0420-3418-90 atas nama Nur Ainun Adnan.

Dengan semangat kebersamaan dan konsistensi gerakan, DPD MABMI Asahan berharap program Jumat Berbagi dapat menjadi contoh bahwa peran sosial tidak selalu harus menunggu kebijakan, tetapi dapat dimulai dari kepedulian dan aksi nyata. (*)