TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Proses pelayanan kesehatan di RSUD Raden Mattaher Jambi yang sebelumnya menjadi sorotan publik akhirnya berujung pada tindakan medis yang cepat dan terukur. Pasien atas nama Susi Rosnita, yang sempat dikabarkan didiagnosis menderita kista, kini telah menjalani operasi dan berada dalam kondisi stabil.
Sebelumnya, pelayanan rumah sakit tersebut sempat menuai pertanyaan publik. Muncul sorotan terkait dugaan penolakan pasien serta terjadinya adu argumen antara pihak keluarga dengan tenaga kesehatan. Situasi tersebut dinilai seharusnya tidak terjadi, terlebih menyangkut pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.
Namun pada Jumat, 14 Februari 2026, pihak rumah sakit mengambil langkah cepat dengan melakukan tindakan operasi yang ditangani langsung oleh ahli bedah, dr. Anton, yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur RSUD Raden Mattaher.
Saat dikonfirmasi awak media, dr. Anton menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, pasien tidak menderita kista seperti dugaan awal. Rasa sakit yang dialami Susi Rosnita disebabkan oleh perlengketan usus yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mengembalikan posisi usus seperti semula.
“Setelah evaluasi medis, ditemukan adanya perlengketan usus. Operasi dilakukan dan berjalan dengan baik serta lancar,” jelasnya.
Operasi yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 tersebut berlangsung sukses tanpa kendala berarti. Kondisi pasien pun dilaporkan berangsur membaik pascaoperasi.
Pihak keluarga pasien menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat yang akhirnya diberikan oleh tim medis rumah sakit.
“Saya selaku keluarga Susi Rosnita mengucapkan terima kasih kepada dr. Anton dan seluruh tenaga kesehatan di RSUD Raden Mattaher. Kami berharap ke depan pelayanan kesehatan semakin mengedepankan kualitas dan sisi humanis,” ujar perwakilan keluarga.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bahwa komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien sangat dibutuhkan, sehingga pelayanan medis dapat berjalan profesional tanpa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Proses pelayanan kesehatan di RSUD Raden Mattaher Jambi yang sebelumnya menjadi sorotan publik akhirnya berujung pada tindakan medis yang cepat dan terukur. Pasien atas nama Susi Rosnita, yang sempat dikabarkan didiagnosis menderita kista, kini telah menjalani operasi dan berada dalam kondisi stabil.
Sebelumnya, pelayanan rumah sakit tersebut sempat menuai pertanyaan publik. Muncul sorotan terkait dugaan penolakan pasien serta terjadinya adu argumen antara pihak keluarga dengan tenaga kesehatan. Situasi tersebut dinilai seharusnya tidak terjadi, terlebih menyangkut pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.
Namun pada Jumat, 14 Februari 2026, pihak rumah sakit mengambil langkah cepat dengan melakukan tindakan operasi yang ditangani langsung oleh ahli bedah, dr. Anton, yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur RSUD Raden Mattaher.
Saat dikonfirmasi awak media, dr. Anton menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, pasien tidak menderita kista seperti dugaan awal. Rasa sakit yang dialami Susi Rosnita disebabkan oleh perlengketan usus yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mengembalikan posisi usus seperti semula.
“Setelah evaluasi medis, ditemukan adanya perlengketan usus. Operasi dilakukan dan berjalan dengan baik serta lancar,” jelasnya.
Operasi yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 tersebut berlangsung sukses tanpa kendala berarti. Kondisi pasien pun dilaporkan berangsur membaik pascaoperasi.
Pihak keluarga pasien menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat yang akhirnya diberikan oleh tim medis rumah sakit.
“Saya selaku keluarga Susi Rosnita mengucapkan terima kasih kepada dr. Anton dan seluruh tenaga kesehatan di RSUD Raden Mattaher. Kami berharap ke depan pelayanan kesehatan semakin mengedepankan kualitas dan sisi humanis,” ujar perwakilan keluarga.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bahwa komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien sangat dibutuhkan, sehingga pelayanan medis dapat berjalan profesional tanpa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (*)





Tinggalkan Balasan