ETIKA INTELEKTUAL DI RUANG PUBLIK
Sebagai intelektual muda, mahasiswa seharusnya menghadirkan kritik berbasis data, bukan sekadar diksi yang viral. Tradisi akademik tidak dibangun oleh retorika yang menggugah emosi, tetapi oleh argumentasi yang dapat diuji.
Dalam etika diskursus publik, menyerang kebijakan berbeda dengan menyerang legitimasi moralnya secara insinuatif. Memplesetkan akronim menjadi label bernuansa tuduhan adalah strategi retoris yang mungkin efektif secara viralitas, tetapi lemah secara akademik.
Bangsa ini dibangun oleh tradisi intelektual yang santun namun tajam. Lihatlah bagaimana para pendiri bangsa berdebat dalam sidang-sidang BPUPKI: keras dalam substansi, tetapi terhormat dalam penyampaian. Itulah cerminan Pancasila dalam praktik.
KEDANGKALAN YANG BERBAHAYA
Kedangkalan berpikir dalam isu kebijakan publik berbahaya karena ia menyederhanakan persoalan multidimensional menjadi narasi hitam-putih. MBG tidak hanya soal angka anggaran. Ia menyentuh aspek kesehatan masyarakat, pengentasan stunting, penguatan ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan, hingga peningkatan kualitas pembelajaran.
Kebijakan publik selalu memiliki dimensi fiskal, sosial, dan moral. Mengabaikan dimensi-dimensi tersebut berarti menutup ruang analisis yang lebih utuh. Kita tentu boleh berbeda pendapat. Namun perbedaan harus dibangun di atas kerangka berpikir yang komprehensif. Kritik yang matang akan memperkaya demokrasi. Kritik yang dangkal justru mereduksi kualitasnya.
Demokrasi Indonesia membutuhkan mahasiswa yang berani, tetapi juga arif. Tajam, tetapi juga teduh. Kritis, tetapi juga berkarakter. Kita semua sepakat bahwa kebijakan negara harus terus diawasi. Namun pengawasan yang bermartabat adalah pengawasan yang berdiri di atas data, analisis menyeluruh, dan etika kebangsaan.
Jika tidak, kita bukan sedang memperkuat demokrasi, melainkan sedang mereduksinya menjadi sekadar kontestasi narasi yang kehilangan kedalaman. Dan bangsa sebesar Indonesia, yang berlandaskan Pancasila, pantas mendapatkan lebih dari sekadar kritik yang viral.




Tinggalkan Balasan