TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Kemacetan parah kembali menyiksa pengendara di ruas jalan utama Batanghari dan Kota Jambi Sabtu, (7/3/2026) malam. Jalan yang seharusnya lancar menjadi ladang truk batu bara, antrean kendaraan membentang hingga beberapa kilometer, terutama di Simpang Mendalo, Jalan Telanaipura, dan Jalan Lintas Timur Jambi.
Martayadi Tajuddin, Pemerhati Infrastruktur Publik, menegaskan bahwa masalah ini tak lepas dari lambatnya progres pembangunan jalan khusus batu bara yang seharusnya menjadi jalur utama truk berat.
“Jalan umum terus menjadi korban, rusak dan macet parah. Truk-truk berat ini bukan hanya memperlambat arus lalu lintas, tapi juga membahayakan nyawa warga,” katanya.
Lebih keras, Martayadi Tajuddin mendesak Gubernur Jambi untuk bertindak tegas.
“Cukup! Jangan ada kesan Gubernur diam, membiarkan truk batu bara merajalela di jalan umum. Padahal Perda tentang Jalan Khusus Batu Bara dan Pergub larangan penggunaan jalan umum oleh truk berat sudah ada. Jangan hanya menjadi pajangan hukum, segera terapkan!”
Martayadi Tajuddin menekankan bahwa jalan khusus batu bara harus dibangun cepat dan serius, dengan memperhatikan ketahanan jalan, lebar lajur, rambu keselamatan, dan polusi hingga pengawasan efektif.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi urusan keselamatan publik dan hak warga atas jalan yang sehat dan aman,” tegasnya.
Sementara itu, warga berharap pemprov Jambi segera mengakhiri praktik truk berat di jalan umum. Jika tidak, kemacetan dan kerusakan jalan akan terus membebani masyarakat dan menimbulkan potensi kecelakaan lebih besar di malam-malam berikutnya. (*)




Tinggalkan Balasan