TanyaFakta.co

Miris! Bukannya Bantu UMKM, DPRD Muaro Jambi Malah Ngutang Puluhan Juta Ke Pedagang Kecil

Penulis : Ados Sianturi

TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Satu kejadian memalukan sekaligus memilukan terjadi di tubuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muaro Jambi. Bagaimana tidak? Lembaga yang diharapkan sebagai perpanjangan lidah rakyat kecil diatas segala ketidakpastian ekonomi malah menjadi “predator” terhadap rakyat itu sendiri.

Dikabarkan baru-baru ini seorang pedagang di komplek perkantoran Bupati Muaro Jambi menyayangkan sikap Sektretariat DPRD Muaro Jambi yang hingga saat ini tak kunjung membayar utang di warung kecil miliknya.

Tak tanggung-tanggung, utang lembaga wakil rakyat tersebut mencapai Rp 65 Juta yang sudah hampir setahun belum ada kejelasan.

Pemilik warung, Syaifullah alias Uda, mengaku terpaksa terus menagih demi menyelamatkan usahanya yang kini terancam akibat tersendatnya perputaran modal.

Baca juga:  Buka Puasa Bersama DPRD Jambi, Hafiz Fattah Ajak Pererat Silaturahmi Jelang Idul Fitri

“Total Rp115 juta, baru dibayar Rp50 juta pada bulan Januari lalu. Sisanya Rp65 juta sampai sekarang belum jelas. Kami ini usaha kecil, modal kami tipis,” tegasnya dikutip pada Rabu, (18/3/2026).

Uda mengungkapkan, utang tersebut berasal dari pesanan rutin kebutuhan konsumsi Sekretariat DPRD Muaro Jambi. Tak hanya makanan dan minuman, berbagai kebutuhan lain seperti rokok, gas, air galon hingga kopi dalam jumlah besar juga dipesan secara terus-menerus.

“Kalau rapat, rokok masuk. Aqua gelas puluhan dus, kopi banyak, gas, galon semua kami antar. Tapi giliran bayar, malah begini,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hutang ini berjalan sejak masa kepemimpinan Herman yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Zakaria sebagai Sekretaris DPRD Muaro Jambi.

Baca juga:  Junaidi H. Mahir Lantik 6 Pejabat di Lingkungan Pemkab Muaro Jambi, Tekankan Jabatan sebagai Amanah

Yang lebih memprihatinkan, setelah terjadi pergantian pejabat di Sekretariat DPRD, tanggung jawab pembayaran justru terkesan saling lempar. Saat dikonfirmasi, pejabat baru berdalih tidak memiliki anggaran untuk melunasi utang tersebut.

“Mereka bilang, mau bayar pakai apa. Suruh tunggu sebulan lagi. Katanya sekarang non-tunai, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” pungkasnya.

Salah satu sumber terpercaya dilingkup DPRD Muaro Jambi membenarkan adanya hutang tersebut. Bahkan dia menyayangkan sikap PPATK dan Sekwan terdahulu yang malah membebankan hutang tersebut kepejabat baru.

“Harusnya mereka yang ngutang mereka lah yang bayar, mana ada anggaran sekarang untuk bayar hutang,” ucapnya kesal.

Lebih lanjut, kepada TanyaFakta.co dia menyampaikan rasa kasihannya ke Uda si pemilik warung.

Baca juga:  Soal Hutang Rp65 Juta ke Warung, Sekretariat DPRD Muaro Jambi Akan Panggil Mantan Sekwan dan PPTK

“Uda itu orang baik, masih sanggup digituin, padahal untungnya berapalah,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *