Pada periode 2018–2023, ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jambi mendampingi Syarif Fasha. Dalam peran tersebut, Maulana dikenal sebagai figur eksekutor kebijakan yang efektif—tidak hanya merancang, tetapi juga memastikan program berjalan di lapangan.

Kepercayaan politik terhadap dirinya semakin menguat setelah kembali terpilih sebagai Ketua DPD PAN Kota Jambi untuk periode 2025–2030, mempertegas posisinya sebagai salah satu aktor penting dalam peta politik lokal.

Intelektualitas dan Visi Masa Depan

Di balik perannya sebagai kepala daerah, Maulana adalah seorang akademisi yang terus mengasah kapasitas diri. Gelar Doktor (S3) Manajemen Pendidikan dari Universitas Pakuan (2018) melengkapi latar belakangnya di bidang kedokteran dari Universitas Brawijaya serta Magister Kesehatan dari Universitas Indonesia.

Baca juga:  Generasi Z dan Tantangan Menuju Indonesia Emas di Tengah Krisis Literasi

Kombinasi antara kecerdasan akademik, pengalaman birokrasi, serta kepedulian sosial menjadi fondasi utama dalam kepemimpinannya. Bersama Diza Aljosha, ia membawa visi besar menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang modern, sehat, dan religius sebuah arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup masyarakat. (*)