Keberadaan jurnal terakreditasi juga mendukung aktivitas akademik mahasiswa. Di UNJA, mahasiswa program doktor (S3) diwajibkan memiliki minimal dua artikel yang terbit di jurnal SINTA 2 sebagai syarat kelulusan.
Untuk meningkatkan kualitas jurnal, LPPM UNJA terus melakukan berbagai strategi, di antaranya menghadirkan pakar dari kementerian untuk memberikan pelatihan pengelolaan jurnal, serta melakukan evaluasi secara berkala setiap semester.
UNJA juga memiliki tiga asesor jurnal tingkat nasional, yakni Robi Hendra, Dian Arisandy Eka Putra Sembiring, dan Anggelia Puspasari, yang berperan dalam membina serta meningkatkan kualitas jurnal di lingkungan kampus.
Selain itu, pada 2026, LPPM UNJA akan menggelar program bedah jurnal sebagai forum evaluasi dan pendampingan bagi pengelola jurnal untuk meningkatkan kualitas serta akreditasi.
Saat ini, UNJA memiliki sekitar 1.341 dosen. Amirul berharap seluruh dosen dapat aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah guna memperkuat kualitas jurnal universitas.
“Keberanian dan ketegasan harus diimplementasikan dalam karya. Kami mendorong seluruh dosen dan peneliti untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui publikasi ilmiah,” tutupnya.
Pencapaian ini diharapkan semakin memperkuat posisi Universitas Jambi sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas dan berdaya saing nasional maupun internasional. (*)





Tinggalkan Balasan