Sejumlah proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan mencakup produk turunan sawit seperti oleofood dan oleochemical, termasuk margarin, cocoa butter equivalent (CBE), cocoa butter substitute (CBS), serta biodiesel terintegrasi.

Menurut Jatmiko, langkah hilirisasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk beralih dari model bisnis linear menuju ekonomi sirkular. Pendekatan ini menekankan efisiensi sumber daya sekaligus pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah (waste-to-value).

“Transformasi ini bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang berbasis teknologi dan keberlanjutan,” ujarnya.

Salah satu proyek yang disorot adalah pengembangan kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja pada tahap konstruksi dan ratusan lainnya saat mulai beroperasi.

Baca juga:  Jejakkan Aksi untuk Bumi, Sinsen Hijaukan Jambi dengan Penanaman Lebih dari 500 Bibit Pohon

Selain membuka lapangan kerja, proyek itu juga disebut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan transfer pengetahuan di bidang industri turunan sawit.

Lebih jauh, Jatmiko menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi melalui biodiesel serta menjaga stabilitas pangan nasional.

Ia menambahkan, peringatan Hari Buruh menjadi refleksi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus memperluas kesempatan kerja.

“Kami ingin memastikan setiap perkembangan bisnis juga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan karyawan serta terbukanya peluang kerja baru di berbagai lini,” pungkasnya. (*)