membuat produk kerajinan sulit dipromosikan secara maksimal kepada masyarakat luas.

 

“Dulu orang banyak tidak tahu ini tempat produksi kerajinan anyaman pandan. Sekarang, setiap hari ada saja yang singgah, baik sekadar melihat maupun membeli,” katanya.

 

Ia menilai, dukungan yang diberikan PetroChina tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga memberikan motivasi baru bagi anggota kelompok untuk terus

berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional daerah.

 

“Usaha kerajinan anyaman pandan ini akan terus kami kembangkan dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

 

Saat ini, selain melayani pembelian langsung di lokasi, KUB Radesta juga mulai memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran produk hingga ke luar daerah.

Baca juga:  Forum CSR Provinsi Jambi Tegaskan Pengelolaan Dana Transparan dan Akuntabel

Dengan dukungan berkelanjutan dari PetroChina serta peningkatan kualitas produk dan fasilitas usaha, KUB Radesta optimistis kerajinan anyaman pandan dapat terus berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur. (*)