Selain persoalan pencurian produksi, pertemuan tersebut juga membahas langkah strategis dalam pengamanan aset perusahaan yang berkaitan dengan penyerobotan maupun pendudukan lahan. Mengingat sebagian lahan operasional yang dikelola Regional VII masih merupakan aset PTPN I, maka koordinasi ke depan akan melibatkan PTPN I, PTPN IV, dan Polda Sumatera Selatan secara bersama-sama melalui pembentukan tim khusus sebagai penghubung teknis di lapangan.
Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Polda Sumatera Selatan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Polda Sumatera Selatan terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi perusahaan. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis berbagai tantangan terkait pengamanan aset maupun produksi dapat ditangani secara lebih efektif. Keamanan dan keberlanjutan operasional perusahaan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Denny.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, menyambut baik langkah penguatan koordinasi ini. Menurutnya, keberadaan perusahaan perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah maupun nasional, sehingga perlu didukung melalui situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Polda Sumatera Selatan menegaskan kesiapannya dalam mendukung upaya pengamanan aset dan penegakan hukum yang memberikan manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Melalui pertemuan ini, PTPN IV dan Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen bersama untuk terus meningkatkan koordinasi dan membangun sistem pengamanan yang lebih efektif demi terciptanya iklim usaha yang aman di Sumatera Selatan. (*)





Tinggalkan Balasan