‎TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Pasca menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan aliansi masyarakat Jambi, Waka I DPRD Ivan Wirata diterpa kecurigaan oleh banyak warga di media sosial.
Dalam isu yang berkembang, Ivan Wirata diduga menyampaikan dukungannya terhadap MBG tersebut didasari akan kepemilikannya atas dapur MBG.
‎Menanggapi hal itu, Ivan Wirata menegaskan bahwa dia tidak memiliki satupun dapur MBG.
‎”Demi Allah saya tidak punya satu pun dapur MBG, segera cek,” ujarnya kepada TanyaFakta.co pada Jumat, (19/6/2026).
‎Menurutnya, dukungannya tersebut bukan karena kepentingan pribadinya melainkan keberpihakannya terhadap anak-anak di Provinsi Jambi.
‎”Bagaimana mungkin kita tega melihat anak-anak yang kurang mampu, yang tidak dapat makan dengan kadar gizi, kita biarkan begitu saja. Ini ada program bagus yang juga dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia, malah dihentikan,” tuturnya.
‎Lebih jauh, Ivan Wirata mengatakan dukungannya tersebut tak lepas dari latar belakangnya yaitu dari Partai Golkar.
‎”Saya kan Golkar, partai pemerintah. Pastinya program ini kami harus dukung ditambah lagi ketua umum kami adalah bagian dari pemerintahan,” ungkapnya.
‎Menurutnya, program ini pada dasarnya sangat baik buat dan berpihak kepada rakyat kecil. Meskipun dia tidak menyangkal banyaknya pejabat-pejabat ditubuh Badan Gizi Nasional (BGN) yang korupsi.
‎”Belum lama berjalan langsung dikorupsi. Tapi kan mereka sudah disikat Kejagung. Sangat disayangkan. Tetapi, bukan berarti karena itu, programnya dihentikan,” ujar Wirata.
‎Soal dugaan massa bayaran yang melakukan unjuk rasa, Ivan Wirata membantah dengan keras.
‎”Mana ada, itu mereka bergerak dari hati nurani mereka sendiri dan kita apresiasi, mereka ada masyarakat yang berharap bisa mendapatkan lapangan pekerjaan di SPPG, ada pemuda dan ibu-ibu yang merasakan manfaat MBG untuk anaknya,” tegas Ivan.
‎Lebih jauh, Sekretaris DPD 1 Golkar Provinsi Jambi tersebut menyampaikan yang harus ditekankan dari program ini adalah pengawasan penggunaan anggaran, perbaikan tata kelola, dan sasaran penerima manfaat MBG. (AAS)





Tinggalkan Balasan