TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jambi (UNJA) dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XIX BEM SI Kerakyatan pada bulan Juli mendatang.
Momentum tersebut dinilai menjadi catatan penting bagi mahasiswa Jambi sekaligus bentuk kepercayaan terhadap kapasitas gerakan mahasiswa di daerah.
Presiden Mahasiswa Universitas Jambi, Rahmad Dzaki, mengatakan kepercayaan tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyelenggaraan agenda nasional, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap semangat perjuangan mahasiswa Jambi dalam mengawal isu-isu kerakyatan dan kebangsaan.
“Kepercayaan yang diberikan kepada BEM Universitas Jambi sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional XIX BEM SI Kerakyatan menjadi momentum bersejarah bagi mahasiswa dan masyarakat Jambi. Amanah ini bukan hanya bentuk pengakuan atas kapasitas penyelenggaraan agenda nasional, tetapi juga cerminan kepercayaan terhadap semangat perjuangan mahasiswa Jambi yang selama ini konsisten mengawal isu-isu kerakyatan dan kebangsaan,” ujar Rahmad Dzaki, Kamis (25/6/2026).
Ia menyampaikan, dengan mengusung nilai luhur “Tanah Pilih Pusako Betuah”, Jambi menjadi ruang pertemuan gagasan mahasiswa Indonesia untuk memperkuat gerakan yang berpihak kepada rakyat.
Menurutnya, filosofi Melayu Jambi yang menjunjung tinggi musyawarah, persatuan, dan keadilan menjadi nilai penting dalam pelaksanaan forum tertinggi BEM SI Kerakyatan tersebut.
“Munas XIX menjadi wadah konsolidasi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk merumuskan arah gerakan yang responsif terhadap berbagai persoalan bangsa, mulai dari pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Rahmad menegaskan, BEM SI Kerakyatan akan terus mengambil peran sebagai representasi suara rakyat sekaligus mitra kritis dalam mengawal berbagai kebijakan publik.
Dipilihnya Universitas Jambi sebagai tuan rumah, lanjutnya, menunjukkan bahwa Jambi tidak hanya menjadi lokasi pertemuan mahasiswa nasional, tetapi juga simbol tumbuhnya kepemimpinan mahasiswa yang berakar pada nilai budaya dan keberpihakan terhadap masyarakat.
“Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan Munas yang inklusif, progresif, dan memberikan dampak bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Rahmad mengatakan, Munas XIX BEM SI Kerakyatan akan menjadi ruang pembahasan berbagai agenda strategis organisasi, di antaranya evaluasi dan penetapan arah gerakan nasional, penguatan konsolidasi antarwilayah, serta pemilihan kepemimpinan nasional yang akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan strategi kolaboratif mahasiswa dalam mengawal pendidikan yang inklusif, keadilan sosial, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan demokrasi yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, mahasiswa Indonesia dipersatukan dalam satu semangat perjuangan untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa, memperkuat persatuan bangsa, serta memastikan setiap langkah perjuangan selalu berpijak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan