“Musibah ini merenggut nyawa orang tua dan sepupu dari yang bersangkutan. Kami mendoakan semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diterima segala amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini,” ucapnya.

Prof. Helmi juga menyampaikan doa bagi Gabe dan anggota keluarganya yang masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan.

“Kepada ananda Gabe Roida Sitinjak beserta keluarga yang saat ini masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan, kami turut mendoakan kesembuhan yang secepatnya dan kekuatan untuk melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkan bersama keluarga,” katanya.

Prof. Helmi, berharap Gabe tetap memiliki semangat melanjutkan pendidikan, meski harus menghadapi kehilangan yang begitu besar.

Baca juga:  Wisuda ke-122 UNJA: 1.096 Lulusan Resmi Dikukuhkan, Rektor Titip Pesan Jaga Nama Baik Almamater

“Universitas Jambi turut berbelasungkawa dan berdiri bersama keluarga yang berduka. Semoga harapan dan cita-cita yang telah dirintis tetap menjadi cahaya yang menguatkan di tengah kehilangan yang begitu besar,” tutupnya.

Di sisi lain, duka yang dirasakan keluarga korban begitu mendalam. Kakak Gabe, Roma Sitinjak (21), mengaku baru mengetahui keluarganya menjadi korban setelah melihat video kecelakaan yang beredar di media sosial.

Awalnya, Roma mendapat informasi dari rekannya mengenai kecelakaan hebat di kawasan Sibolangit. Ia tidak menyangka mobil yang mengalami kecelakaan itu adalah kendaraan yang ditumpangi keluarganya.

Setelah mengenali sopir mobil dalam rekaman video yang beredar, Roma segera menghubungi kerabatnya untuk memastikan keadaan orang tua dan saudara-saudaranya.

Baca juga:  UNJA Perkuat Pembinaan Mahasiswa KIP Kuliah 2025, Dorong Lahirnya Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Tak lama kemudian, kabar paling memilukan datang.

“Bang Raden bilang mamak dan bapak sudah enggak ada,” kata Roma. (AAS)