“Insya Allah kita percaya ketika APBN kita naik di angka 4.000 triliun, mudah-mudahan juga ada kenaikan bagi daerah nanti dan transfer daerah kita bisa meningkat,” kata Gubernur.

Menurut Al Haris, tambahan anggaran nantinya dapat diarahkan untuk pembangunan puskesmas, peningkatan fasilitas pendidikan, serta pembangunan infrastruktur lainnya di Jambi.

“Sehingga nanti akan banyak lagi yang bisa kita buat di daerah ini. Tapi yang pasti nanti kita lihat nanti ada program membangun puskesmas, kemudian juga sekolah-sekolah dan sebagainya lah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga menyoroti kebutuhan tenaga medis spesialis di daerah. Ia mengungkapkan bahwa program seleksi dokter spesialis yang sedang berjalan masih belum mendapatkan peserta dalam jumlah yang memadai.

“Kita sudah mulai tes untuk spesialis dokter, tetapi pesertanya tidak banyak,” kata Gubernur.

Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk mengirimkan lebih banyak tenaga medis agar mengikuti pendidikan spesialis di daerah, sehingga para lulusan spesialis nantinya dapat mengabdi di wilayah masing-masing.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar manfaat APBN benar-benar dapat dirasakan masyarakat hingga ke desa.

“Dari nota keuangan ini kita bisa lihat fokus pemerintah ke depan. Tugas kita di daerah adalah menerjemahkannya ke dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat Jambi,” kata Wagub Sani.

Dengan mengikuti pidato Ketua DPR RI dalam rangka Pembukaan Masa Persidangan Tahun Sidang 2026–2027 serta pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, Pemerintah Provinsi Jambi berharap dapat segera menindaklanjuti poin-poin strategis dalam APBN 2027 ke dalam perencanaan pembangunan daerah tahun mendatang. (*)