TANYAFAKTA.CO, JAMBI – TANYAFAKTA.CO, JAMBI — Kenakalan remaja, khususnya keterlibatan dalam kelompok geng motor, menjadi perhatian serius di Provinsi Jambi. Peran guru Bimbingan Penyuluhan (BP) atau Bimbingan Konseling (BK) bersama Dinas Pendidikan dinilai penting untuk melakukan edukasi dan deteksi dini terhadap perubahan perilaku pelajar.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Polda Jambi melalui Ditintelkam Polda Jambi di Ruang Olympus, Hotel Ratu Duo Jambi, Kamis (17/9/2026).

FGD tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Guru BP dan Dinas Pendidikan dalam Rangka Edukasi Kenakalan Remaja Genk Motor di Provinsi Jambi.”

Dalam kegiatan itu, Polda Jambi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini, S.Psi., M.H., Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Dr. Ilham Khalik, S.H., M.H., Kabid PUD Satpol PP Provinsi Jambi Rahmat Irsan, S.STP., M.H., serta akademisi Universitas Jambi Dr. Mochamad Farisi, S.H., LL.M.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Dirintelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo, S.E., mengatakan kenakalan remaja, khususnya kelompok geng motor, telah menjadi perhatian publik di Jambi.

Baca juga:  Brimob Polda Jambi Gerak Cepat Tangani Banjir Lubuk Suli

Menurut Yuli, aksi geng motor tidak lagi sekadar pelanggaran ringan, tetapi dalam sejumlah kasus telah mengarah pada tindakan kriminal, seperti penggunaan senjata tajam, penganiayaan, hingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Data Januari sampai dengan Agustus 2026, sebanyak 7 kasus geng motor di Jambi, dengan korban 2 orang meninggal dunia,” ujar Yuli.

Ia menegaskan, sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak. Karena itu, guru BP/BK bersama Dinas Pendidikan dinilai memiliki peran penting sebagai benteng utama dalam mendeteksi perubahan perilaku siswa sejak dini.

Penanganan Kenakalan Remaja Perlu Didahului Pendekatan Edukatif

Sementara itu, Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Dr. Ilham Khalik menekankan bahwa penanganan kenakalan remaja membutuhkan pendekatan edukatif sebelum masuk pada penegakan hukum.

Menurutnya, terdapat tiga langkah strategis yang dapat dilakukan Dinas Pendidikan untuk menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif.

Baca juga:  Lomba Ketangkasan Palang Merah (LKPM) ke-IX PMR tingkat Madya dan Wira se-Provinsi Jambi Resmi Di Tutup

Ketiganya meliputi formulasi kebijakan dan SOP sekolah aman, penguatan kurikulum karakter dan kegiatan ekstrakurikuler, serta monitoring dan evaluasi kedisiplinan secara berkala.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus memberikan ruang bagi sekolah untuk mengenali persoalan yang dihadapi siswa sejak awal.

UPTD PPA Soroti Faktor Internal dan Eksternal

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini menjelaskan, prinsip perlindungan anak harus mengedepankan pendekatan non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan, serta mendengarkan pendapat anak.

Menurut Asi, kenakalan remaja dapat dipengaruhi faktor internal maupun eksternal.

“Penyebab kenakalan remaja ada dua, faktor internal bisa dipicu krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sementara faktor eksternal kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua, minimnya pemahaman tentang agama dan pengaruh dari lingkungan sekitar,” kata Asi.

Ia menyebut sejumlah dampak kenakalan remaja yang menonjol, antara lain penurunan prestasi belajar karena kurang fokus terhadap sekolah dan lebih banyak melakukan kegiatan negatif.

Masa depan remaja juga dapat terganggu karena perilaku seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kriminal berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Baca juga:  Bendera HMI Dilecehkan, Kader Dikeroyok: HMI Desak Polda Jambi Usut Tuntas

“Kesehatan fisik dan mental terganggu, terutama jika terlibat dalam perkelahian, narkoba, atau pergaulan bebas. Hubungan sosial menjadi buruk karena remaja dapat dijauhi teman atau mendapat pandangan negatif dari masyarakat. Sulit mengendalikan diri karena terbiasa melakukan perilaku yang melanggar aturan,” jelasnya.

Satpol PP Dorong Deteksi dan Pencegahan

Kabid PUD Satpol PP Provinsi Jambi Rahmat Irsan menambahkan, keterlibatan remaja dalam kenakalan maupun kelompok geng motor dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari faktor sosial dan psikologis hingga lingkungan.

Menurutnya, Satpol PP juga memiliki peran dalam upaya edukasi terkait kenakalan remaja dan geng motor.

Peran tersebut mencakup deteksi dan pencegahan, pengamanan, serta pembinaan dan penyuluhan.

Melalui sinergi antara kepolisian, sekolah, Dinas Pendidikan, UPTD PPA, Satpol PP, keluarga, dan lingkungan masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan sejak dini sebelum kenakalan remaja berkembang menjadi tindakan yang berhadapan dengan hukum. (*)