“Pak Menteri tadi melihat bagaimana warga masyarakat menjaga hutan, menjaga sungai Lubuk Larangan sehingga ini contoh luar biasa. Ke depan kami akan mengajukan desa-desa yang rawan untuk dijadikan hutan desa,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak juga menjadi perhatian.

Menhut Raja Juli Antoni mengatakan tim gabungan telah berada di lokasi untuk melakukan penyekatan api dan operasi water bombing.

“Tim sudah ke sana, sudah mulai menyekat api, WB juga jalan terus, sudah mulai proses pendinginan,” ujarnya.

Raja Juli mengakui penanganan karhutla di kawasan Berbak menghadapi kendala karena karakteristik lahan gambut dan luasnya kawasan.

Baca juga:  Lepas Kloter 16, Gubernur Al Haris: Pemprov Kucurkan Dana 32 Milyar Untuk Haji Domestik

Menurutnya, api yang telah dipadamkan masih berpotensi kembali muncul sehingga proses pendinginan dan penanganan harus terus dilakukan.

“Ini lahan gambut ya, bisa saja nanti padam apinya besok muncul lagi. Kesulitannya memang luar biasa luas belantaranya, sehingga kemarin ketika tim ingin masukkan alat ke sana tidak bisa, maka kita coba atur jalur sungai,” kata Raja Juli Antoni. (*)