“Dengan terselenggaranya acara ini, semoga dari hasil diskusi kita nantinya mampu untuk memberikan masukan yang konstruktif dan melahirkan inovasi-inovasi baru terhadap kemajuan hukum berkenaan dengan proses pengawalan pembangunan yang ada, khususnya di Provinsi Jambi,” tuturnya.
Dekan FH UNJA, Prof. Hartati menyampaikan bahwa tema konferensi relevan dengan persoalan global yang memengaruhi sistem hukum saat ini. Ketidakstabilan politik, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi menjadi tantangan yang menuntut respons hukum yang tepat dan adaptif.
“Tema konferensi ini adalah memperkuat sistem hukum untuk pembangunan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. Berfokus pada bagaimana sistem hukum dapat merespons berbagai tantangan global seperti ketidakstabilan politik, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Menurutnya, forum internasional seperti ICoLA 2026 penting untuk memperluas perspektif akademik dan mendorong pertukaran pemikiran lintas negara. Melalui diskusi ilmiah, berbagai pendekatan dan pengalaman dalam pengembangan hukum diharapkan menjadi referensi untuk membangun sistem hukum yang lebih responsif terhadap perubahan zaman.
Sementara itu, Ketua Panitia Dr. Mochammad Farisi berharap konferensi ini memperkuat jejaring akademik dan menghasilkan kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum.
“Kami berharap konferensi ini akan menciptakan akademi berharga dalam kolaborasi yang berkontribusi kepada sistem legal yang lebih kuat, lebih adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Usai sesi utama, konferensi dilanjutkan dengan call for paper pada sore hari. Presentasi makalah peserta berlangsung dalam empat ruang paralel, yakni satu di auditorium dan tiga di Lantai 2. Sehari setelahnya, Jumat (23/10/2026), para delegasi dijadwalkan mengikuti city tour ke Candi Muaro Jambi dan sanggar batik.
Penyelenggaraan ICoLA 2026 menjadi bagian dari upaya FH UNJA memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran gagasan, dan kolaborasi internasional. Melalui forum ini, diharapkan lahir pemikiran dan rekomendasi yang mendukung penguatan sistem hukum yang adil, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan di tengah dinamika global. (*)




Tinggalkan Balasan